Mom
·
23 Februari 2021 17:11

Cara Cegah Anak Jadi Korban Jiwa saat Banjir

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cara Cegah Anak Jadi Korban Jiwa saat Banjir (31626)
Seorang anak kecil berenang melintasi banjir di Desa Dawuan Tengah, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (19/2). Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO
Banjir Jakarta tahun ini merenggut korban jiwa. Ya Moms, dari 5 korban banjir Jakarta tahun ini, 4 di antaranya merupakan anak-anak yang meninggal saat bermain banjir, Jumat (19/2) hingga Minggu (21/2) dini hari. Sebagai orang tua, kabar duka ini tentu membuat kita sedih dan harus semakin waspada.
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menegaskan, banjir bukan tempat bermain untuk anak dan harus dihindari. Oleh sebab itu, pengawasan orang tua sangat diperlukan.
"Ada 2 anak usia 7 tahun, 11 tahun dan 13 tahun, selain satu lagi seorang lansia usia 68 tahun di Jaksel, Jadi ada 5 korban," kata Anies di kawasan Kembangan Utara, Jakbar, Senin (22/2).
Anies mengatakan, 4 anak yang meninggal awalnya bermain di air lalu terpeleset. “ Mereka meninggal saat bermain di air yang kemudian ada arus, kemudian ada yang terpeleset,” kata Anies.
Anies mengimbau, petugas dan warga saling mengawasi anak-anak saat banjir melanda. Hal utama yang perlu dihindari anak-anak yakni genangan air.
“Saya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran dan mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila menyaksikan anak-anak bermain di kawasan yang sedang ada genangan maka supaya ditegur, diajak untuk berhenti. Karena bermain di tempat-tempat seperti ini sering berisiko. Ada lubang, arus yang tak terduga akhirnya terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan,” ujar Anies.
ADVERTISEMENT

Bahaya Bermain Air Banjir untuk Anak

Cara Cegah Anak Jadi Korban Jiwa saat Banjir (31627)
Seorang anak kecil menaiki ban karet melintasi banjir di Desa Dawuan Tengah, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (19/2). Foto: M Ibnu Chazar/ANTARA FOTO
Moms, agar kejadian seperti itu tak terulang lagi, sebagai orang tua, Anda harus memberikan penjelasan bahwa air menggenang dan banjir bukanlah kolam renang. Dikutip dari laman resmi Safe Kids Indonesia, air banjir sangat berbahaya--baik dari keselamatan maupun kesehatannya.
Beri tahu anak bahwa air banjir sangat kotor, penuh dengan bakteri dan sumber penyakit. Selain itu, air banjir juga bercampur dengan berbagai macam materi seperti oli, bensin, lumpur, cairan tubuh seperti ludah, darah, urine, feses dan sampah organik dan anorganik.
Banyak barang-barang yang dibawa arus seperti batu, paku, kayu, besi, benda tajam, benda keras dan benda berbahaya lainnya. Belum lagi, adanya bahaya binatang-binatang seperti ular, biawak bahkan buaya.
ADVERTISEMENT
Bahaya lain adalah lubang, bukaan dan kedalaman yang tidak dapat terdeteksi, sebab air keruh menghalangi pandangan. Orang dewasa pun tidak dapat mengukur kedalaman air dan tidak dapat memprediksi adanya lubang atau halangan.
Ya Moms, anak mungkin berpikir bahwa arus deras seru untuk dinikmati. Namun, perlu diingat, anak-anak tidak dapat mengendalikan tubuhnya.
Saat terbawa arus deras, tubuh akan pasrah mengikuti ke mana tujuan akhir dari arus. Bisa saja, arus membawa si kecil ke pagar tajam, kendaraan atau tembok keras. Belum lagi risiko akan bertambah tinggi saat anak-anak belum bisa berenang, Moms.

Cara Cegah Anak Jadi Korban Jiwa saat Banjir

Cara Cegah Anak Jadi Korban Jiwa saat Banjir (31628)
Seorang anak bermain air genangan di pelabuhan Kali Adem saat banjir rob. Foto: Willy Kurniawan/Reuters
Kondisi banjir mungkin akan membuat Anda panik. Meski begitu, tetap pastikan anak Anda selalu di dalam pengawasan Anda, Moms.
ADVERTISEMENT
Jangan biarkan si kecil keluar rumah dan bermain banjir tanpa sepengetahuan Anda. Sekali lagi, pastikan si kecil sudah mendapat edukasi dari orang tua tentang bahaya air banjir. Ya Moms, anak harus benar-benar paham bahwa banjir berbahaya dan bukanlah tempat untuk bermain.
Sebagai orang dewasa, Anda juga wajib menegur dan mengingatkan apabila melihat ada anak-anak yang bermain banjir. Jika mengenal orang tuanya, maka segera laporkan ya, Moms.
Dengan dibekali edukasi yang tepat, semoga saja tidak ada lagi korban jiwa, baik orang dewasa atau pun anak-anak saat banjir melanda.