Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam saat Berenang

3 Oktober 2022 12:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam saat Berenang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam saat Berenang. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Salah satu olahraga yang digemari anak-anak adalah berenang. Namun, orang tua juga perlu waspada dan selalu mengawasi anak-anaknya saat berenang. Salah satunya risiko anak tak sengaja menelan air kolam.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, salah satu upaya menjaga air kolam renang senantiasa terawat adalah dengan klorinasi air, atau yang lebih banyak dikenal sebagai kaporit. Air kolam yang mengandung klorin dan atau bahan kimia lain berisiko membuat masalah kesehatan pada tubuh.
Dokter anak di New Jersey Medical School, Lawrence D. Rosen, M.D., dikutip dari laman The Whole Children Center mengungkapkan, efek kesehatan yang paling buruk yang kemungkinan dialami anak saat tak sengaja menelan air kolam adalah diare. Paparan klorin juga mungkin bisa menyebabkan mata merah pada si kecil. Dan bisa membawa penyakit apabila anak tak sengaja menelan air kolam yang sudah terkontaminasi dengan air kencing dan liur orang lain yang berenang!
Nah Moms, maka dari itu penting untuk mengajari si kecil agar tidak menelan air saat berenang atau biasakan untuk membuang air yang mungkin masuk ke dalam mulutnya. Seperti apa caranya?
ADVERTISEMENT

Kata Dokter soal Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam Renang

Kata Dokter soal Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam Renang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Kata Dokter soal Cara Cegah Anak Menelan Air Kolam Renang. Foto: Shutter Stock
Berenang memang memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, mulai dari mengasah kemampuan motorik hingga meningkatkan kesehatannya. Tetapi, sebelum renang, anak juga perlu dibekali dengan kemampuan dasar tentang berenang, serta hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Termasuk bahaya apabila menelan air kolam renang.
"Kan kolam renang umum menggunakan bahan kaporit, efeknya kalau terminum anak bisa mual, muntah, diare atau kalau enggak pakai kacamata renang matanya bisa jadi merah. Gimana cara antisipasinya? Makanya kita hindari jangan sampai tertelan," ujar Dokter Spesialis Anak dr. Reza Fahlevi, Sp.A dalam peluncuran pakaian renang anak eksklusif Blibli X Lee Vierra Kids di Bear-Sama Cafe, Jakarta Barat.
ADVERTISEMENT
Nah, menurut dr. Reza, cara mencegah yang bisa dilakukan orang tua adalah melatih anak dengan cara berendam di bak mandi. Hal ini dilakukan agar si kecil tidak kaget, begitu juga tidak panik apabila terjadi sesuatu saat berenang.
Ilustrasi anak berenang dengan kacamata. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berenang dengan kacamata. Foto: Shutter Stock
"Dengan cara pengawasan, jadi kalau bisa anak renang diawasi langsung dan jangan dibiarin. Sebelum renang, kita sudah mulai latih dulu dia renang, di bak misalnya, biar enggak kaget. Anak itu seringnya dia tertelan karena kondisi panik saat renang. Jadi kondisi panik, gelagapan," jelasnya.
Maka dari itu, ia menilai peran orang tua untuk memastikan anak berenang dengan aman dan selamat sangat penting, lho! Jangan lupa perhatikan aspek-aspek lainnya seperti memastikan anak berenang di kolam yang sesuai tingginya, hingga hindari renang di kolam yang airnya terlalu dingin. Pastikan juga si kecil langsung bilas badan setelah renang dan mandi menggunakan sabun hingga bersih.
ADVERTISEMENT
"Jadi itulah penting juga dari awal orang tua membuat anak comfort, tenang, meyakinkan anak it's okay. Asalkan pilih kolam renang yang sesuai tingginya. Itu kurang lebih hal-hal yang perlu dilakukan. Kalau untuk cegah mata merah ya pakai kacamata renang. Jangan sampai dia kedinginan, bahaya kalau hipotermia. Jadi lihat anak kedinginan, kulit-kulitnya jadi mengerut atau enggak. Kalau mengerut berarti sudah lama, istirahat dulu sebentar," tutup dr. Reza.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020