Kumparan Logo

Cara Cegah Anak Terlambat Bicara

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu dan anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak Foto: Shutterstock

Tumbuh kembang anak memang berbeda-beda, termasuk pula dengan kemampuan bicaranya yang tidak sama. Meski begitu, pada usia 2 tahun, anak diharapkan menguasai (dapat menyebut dan memahami arti) sekitar 150 sampai 300 kata.

Selain itu, anak 2 tahun juga mampu mengucapkan kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata. Misalnya, "Aku lapar," "Makan kue," atau "Itu apa?" Bagaimana bila di usia tersebut si kecil belum bisa? Orang tua patut waspada anaknya mengalami keterlambatan bicara.

Ada berbagai kemungkinan penyebab seorang anak terlambat bicara. Contohnya apakah si kecil mengalami ganguan pendengaran, gangguan perilaku, gangguan perkembangan umum, disabilitas intelektual, kurang stimulasi, masalah psikososial, maupun penyebab lainnya. Penyebab terlambat bicara pada masing-masing anak bisa berbeda-beda. Bisa juga seorang anak mengalami gangguan yang terjadi bersamaan, seperti mengalami gangguan pendengaran serta gangguan perilaku.

Penanganan pada masing-masing anak yang mengalami keterlamabatan berbicara juga tidak sama, tergantung penyebabnya. Sebagai contoh, penanganan anak yang terlambat bicara karena gangguan pendengaran, maka akan disarankan menggunakan alat bantu dengar sejak dini, di samping mengikuti terapi wicara dan terapi lain apabila dibutuhkan. Semakin dini dilakukan penanganan, diharapkan hasil yang dicapai akan maksimal.

anak balita Foto: Unsplash

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), keterlambatan bicara pada anak punya dampak panjang. Anak dengan gangguan bahasa berisiko mempunyai masalah membaca dan perilaku. Ia juga berisiko mempunyai kadar kecemasan yang tinggi dibandingkan teman-temannya yang normal. Selain itu, menurut sebuah penelitian, anak yang masih memiliki gangguan bicara di usia 5 tahun, 72 persennya akan tetap mengalami gangguan hingga usia 12 tahun.

Nah Moms, sebelum hal itu terjadi, Anda bisa kok mencegah agar anak tidak terlambat bicara.

  1. Stimulasi bicara

Seorang balita bermain cat air di rumah Dandelion. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menurut Dr. Catharine M Sambo, Sp.A di laman IDAI, dalam banyak kasus, stimulasi merupakan kunci untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan normal sesuai usianya. Stimulasi perkembangan bicara dan bahasa dapat dilakukan sejak dini, contohnya dengan sering membacakan anak dengan suara jelas, mengajak bercakap-cakan, memberi respons ocehan bayi dengan kata-kata sederhana, selalu menjawab pertanyaannya dan bernyanyi. Yang harus Anda ketahui, smartphone dan televisi bukan metode stimulasi yang baik, Moms.

  1. Pahami tahap perkembangan normal anak

Ilustrasi Klinik Tumbuh Kembang Anak. Foto: Shutter Stock

Pahami pula tahap perkembangan normal pada anak. Salah satu yang bisa Anda jadikan sumber acuan adalah buku kesehatan anak yang memuat data kelahiran, berat badan, dan rekam imunisasi yang diberikan segera setelah anak lahir. Rata-rata buku itu memuat panduan perkembangan normal dan stimulasi pada anak.

  1. Lakukan deteksi dini gangguan perkembangan

Ilustrasi Klinik Tumbuh Kembang Anak. Foto: Shutter Stock

Setelah melihat buku kesehatan anak, Anda dapat mendeteksi apakah si kecil mengalami gangguan perkembangan bicara atau tidak. Kenali tanda gangguan perkembangan bicara dan bahasa pada anak. Yaitu bila si kecil tidak beruara sama sekali sampai usia 6 bulan, tidak mengoceh babbling sampai usia 12 bulan, tidak ada satu kata yang bukan mengoceh atau meniru ucapan orang lain pada usia 16 bulan, tidak mampu menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap benda pada usia 20 bulan, tidak mampu membuat frase yang bermakna setelah usia 24 bulan, orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan, mengeluarkan respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, atau hilangnya kemampuan bicara yang sebelumnya telah tercapai.

Maka dari itu, pemeriksaan deteksi dini gangguan perkembangan secara berkala penting dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit. Dengan begitu, Anda bisa mencegah tanda terjadinya gangguan bicara pada anak, Moms.