Kumparan Logo

Cara Cegah Konflik Rumah Tangga Bila Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Cegah Konflik Rumah Tangga Bila Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami. Foto: Dragon Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cara Cegah Konflik Rumah Tangga Bila Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Banyak wanita yang menempati posisi tinggi di perusahaan tempatnya bekerja. Tak jarang, kita melihat ada istri yang penghasilannya lebih besar daripada suaminya.

Meski begitu, sebuah studi oleh Harvard Business Review mengungkapkan, beberapa suami merasa terancam perannya sebagai pencari nafkah keluarga saat penghasilannya lebih rendah ketimbang istrinya. Ya Moms, membicarakan keuangan rumah tangga memang bisa begitu rumit, namun tidak bisa terhindarkan. Bahkan, keuangan rumah tangga seharusnya jadi topik yang dibicarakan sebelum menikah.

Lantas, bagaimana caranya menghindari konflik bila penghasilan istri lebih besar dari suami?

Yang Bisa Dilakukan untuk Cegah Konflik Rumah Tangga Bila Penghasilan Istri Lebih Besar

Ilustrasi istri memiliki penghasilan lebih tinggi dari suami. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

1. Bicara Tanpa Merendahkan

Dilansir Elle, membicarakan keuangan rumah tangga diperlukan keterbukaan satu sama lain. Beberapa suami bisa saja merasa tertekan saat mengetahui penghasilan istrinya lebih besar. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan bicara tanpa mempermalukan. Misalnya, "Ayo buat anggaran bersama. Jangan lupa pisahkan uang untuk kencan setiap bulan dan temani aku belanja, ya!"

2. Tunjukkan Kebanggaan pada Suami

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, Anda bisa memberi tahu betapa bangganya bisa memiliki pasangan hidup seperti suami. Ya Moms, suami ingin merasakan dirinya dibutuhkan untuk keluarga kecilnya. Jadi, Anda bisa sering-sering mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya untuk menafkahi keluarga, serta betapa Anda dan anak-anak bangga memiliki sosok seperti suami.

3. Tetap Bagi Tugas Bayar Membayar

Sekali pun memiliki penghasilan lebih banyak, bukan berarti Anda harus membayar semua kebutuhan keluarga. Suami pun mungkin tidak ingin Anda melakukan semua itu. Terus ingatkan bahwa dia adalah nakhoda penting bagi keluarga, dan pembagian tugas bayar-membayar tetap dilakukan bersama sesuai kesepakatan.

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Tirachard Kumtanom/Shutterstock

4. Dukung Kerja Keras Suami

Hanya karena Anda berpenghasilan lebih dari suami bukan berarti profesinya dipandang tidak penting, Moms. Hindari sikap meremehkan dan merendahkan pekerjaan suami. Anda justru perlu selalu mendukungnya dan memahami ia juga tengah bekerja keras agar bisa mencapai karier yang lebih tinggi. Bisa juga, jika ingin membantu suami menambah penghasilan, dorong lah ia untuk menekuni hobi atau kegemarannya yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang.

5. Punya Akun atau Rekening Bersama

Beberapa pasangan merasa bermanfaat untuk memiliki rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan cara ini, baik suami maupun istri akan merasa saling berkontribusi dan dapat memutuskan finansial keluarga bersama.

Jika ternyata suami mempermasalahkan penghasilan Anda, coba lah untuk membuka komunikasi. Misalnya, jangan bertanya terlalu banyak soal keuangannya dan berdiskusilah untuk mengatur finansial keluarga sesuai porsi kemampuan masing-masing. Bila keadaan semakin sulit, Anda juga bisa menjalani konseling pernikahan untuk mencari solusi perselisihan yang terjadi akibat pendapatan Anda lebih tinggi.

kumparan post embed