Kumparan Logo

Cara Cegah Pertengkaran Rumah Tangga karena Masalah Keuangan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Cegah Pertengkaran Rumah Tangga karena Masalah Keuangan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cara Cegah Pertengkaran Rumah Tangga karena Masalah Keuangan. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Terbuka soal keuangan bisa jadi salah satu kunci untuk menciptakan keharmonisan hubungan rumah tangga. Apalagi, ada banyak kebutuhan rumah tangga yang anggarannya butuh dialokasikan.

Namun, tak dapat dipungkiri, membahas keuangan keluarga pun bisa menjadi rumit apabila tidak menemukan kesepakatan. Mungkin, terjadi perbedaan perspektif tentang konsep pemasukan dan pengeluaran, yang tidak jarang membuat Anda dan suami sampai berdebat.

Agar perselisihan tentang beda pandangan soal keuangan keluarga tidak menjadi berkepanjangan, coba ikuti beberapa tips ini, Moms.

Cegah Pertengkaran Rumah Tangga karena Masalah Keuangan

Ilustrasi Membahas Keuangan dengan Suami. Foto: Makistock/Shutterstock

1. Bicara Secara Terbuka tentang Keuangan

Penting sejak awal menikah untuk saling mengetahui berapa pemasukan masing-masing, lalu bagaimana mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, bila tidak ada keterbukaan, maka bisa jadi sulit mencapai kondisi keuangan keluarga yang stabil.

Dilansir The Balance, jika memang keadaan keuangan masing-masing sedang pas-pasan atau bahkan kurang, coba untuk duduk bersama mencari rencana ke depannya. Buatlah pengaturan keuangan secara realistis dan sepakati bersama hingga Anda serta pasangan tidak ada yang keberatan.

2. Atur Alokasi Dana untuk Pengeluaran Terbesar

Apa yang menjadi pengeluaran terbesar rumah tangga Anda? Cicilan rumah atau mobil? Atau mungkin bahan-bahan makanan sebagai kebutuhan pokok sehari-hari? Ya Moms, besarnya pengeluaran tiap keluarga memang berbeda dan tidak perlu membandingkan dengan keluarga lain.

Jika Anda berniat untuk membeli sesuatu yang cukup menguras dompet bersama, pikirkan bagaimana untung rugi metode pembayarannya. Jika Anda dan suami mampu membayarnya secara tunai langsung, apakah akan mengganggu kebutuhan sehari-hari? Jika memang masih banyak pos kebutuhan, mungkin opsi cicilan bisa menjadi pilihan. Jadi, bicarakan bersama dan tak perlu memaksakan diri apabila keuangan masih terbatas, Moms.

Ilustrasi pasangan bertengkar karena masalah keuangan. Foto: Kmpzzz/shutterstock

3. Pikirkan untuk Jangka Panjang

Jika masih bingung bagaimana membahasnya, coba ajak pasangan untuk berpikir jangka panjang. Buatlah tujuan dalam 5 tahun atau bahkan 10 tahun ke depan seperti apa kondisi keuangan yang diharapkan dan hal-hal apa saja yang sudah tercapai. Dengan langsung menetapkan tujuan bersama, maka akan lebih mudah mengatur pos-pos pengeluaran dan Anda pun tetap bisa menabung untuk masa depan.

4. Tetapkan Tujuan Bersama

Mungkin saat ini Anda dan pasangan memiliki tujuan yang berbeda-beda untuk masa depan keluarga. Misalnya, Anda ingin segera memiliki rumah sendiri, namun suami ingin punya mobil dulu sebelum membeli rumah.

Ilustrasi manajemen keuangan keluarga. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Agar tidak menjadi perselisihan berkepanjangan, tetapkan mana yang saat ini menjadi prioritas. Tentunya, perlu juga disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki hingga beberapa waktu ke depan. Jika sudah diputuskan bersama mana yang jadi prioritas, maka konsistenlah untuk mencapai tujuan tersebut lebih dulu, baru penuhi keinginan lainnya.

5. Punya Perencanaan dengan Uang Pribadi

Mengutip Investopedia, pasangan suami istri perlu punya rasa empati satu sama lain dalam merencanakan masa depan. Ingat, di samping kebutuhan keluarga, Anda pun berhak mengelola uang pribadi yang dimiliki, baik yang didapatkan dari upah bekerja maupun nafkah dari suami. Harapannya, Anda dan pasangan bisa melangkah dengan hati-hati, serta bisa saling menghormati keinginan dan keuangan pribadi masing-masing.

kumparan post embed