Cara Cepat Hamil Setelah KB Suntik

Jika Anda berencana hamil setelah sebelumnya pernah KB suntik, mungkin penasaran bagaimana cara agar cepat hamil. KB suntik memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan, yakni hingga lebih dari 99 persen.
Mengutip dari laman resmi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bantul, KB suntik dilakukan dengan menyuntikkan hormon progestogen buatan ke lengan atau bokong setiap 12 minggu sekali.
Hormon tersebut serupa dengan hormon progesteron alami yang diproduksi tubuh ketika wanita sedang menstruasi. Selain itu, ada juga jenis KB suntik yang disuntikkan setiap 1 bulan sekali. KB suntik yang digunakan tiap bulan ini biasanya mengandung progestogen dan estrogen.
Lalu, apakah ada cara agar cepat hamil setelah melepas KB suntik? Berikut penjelasannya.
Cara Cepat Hamil Setelah KB Suntik, Bagaimana?
Agar cepat hamil, siklus menstruasi Anda harus kembali teratur, karena menstruasi salah satu tanda kesuburan pada wanita. Menurut Hilda Hutcherson, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Columbia University Medical Center, di New York City, Amerika Serikat, bagi beberapa wanita, diperlukan waktu hingga satu tahun setelah penyuntikan KB terakhir agar bisa mulai menstruasi teratur.
Namun bagi wanita lain, menstruasi sudah dapat teratur setelah empat bulan penyuntikan KB. Mengutip Parents, setidaknya Anda harus menunggu sekitar 4 bulan hingga satu tahun untuk bisa hamil.
Jika Anda sudah kembali ovulasi, berarti sudah tidak ada lagi masalah kesuburan akibat KB suntik. Sehingga, indung telur sudah siap dibuahi oleh sperma dan peluang kehamilan pun tinggi.
Apabila ovulasi sudah kembali, jangan lupa untuk memantau masa subur. Biasanya masa subur berlangsung 7 hingga 12 hari setelah haid. Menurut dr. Ulul Albab SpOG, dokter kebidanan dan kandungan di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat masa subur, sperma mudah masuk ke telur.
“Saat masa subur, sperma mudah masuk ke telur karena telur sedang turun atau pecah, sehingga jika berhubungan di luar masa subur, peluang kehamilan akan lebih kecil,” jelasnya.
