Cara Deteksi Mata Juling pada Anak

Kelainan fisik pada tubuh anak kerap membuat orang tua khawatir, salah satunya adalah mata juling. Mata juling atau dalam bahasa kedokteran strabimus, merupakan kelainan pada posisi satu atau kedua bola mata. Sehingga kedua bola mata anak tidak dapat fokus secara bersama pada suatu objek.
Biasanya, mata juling terjadi karena kekuatan otot kanan dan kiri bola mata anak tidak sama. Tapi bisa juga disebabkan karena faktor lain, misalnya trauma kepala, katarak kongenital dan lainnya.
Lantas, bagaimana caranya mendeteksi mata anak juling?
Menurut Dr. dr Hanifah Oswari, Sp.A (K) dan dr. Rudianto Sofwan dalam bukunya yang berjudul 123 Penyakit dan Gangguan Pada Anak, untuk mengetahui apakah keadaan bola mata anak normal atau tidak, cukup mudah, Moms. Anda bisa memancingnya dengan memberikan sebuah benda kemudian perhatikan apakah si kecil dapat memusatkan kedua bola matanya secara sinergis ke benda tersebut atau tidak.
Apabila Anda merasa penglihatan anak tidak fokus, segeralah bawa ke dokter. Selain melakukan pemeriksaan, dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti riwayat juling dalam keluarga, sejak kapan kondisi mata anak juling, riwayat trauma dan lain sebagainnya.
Anda perlu tahu bahwa strabimus berbeda dengan pseudostrabismus. Jika strabimus adalah bola mata kanan dan kiri tidak gerak secara simetris, sementara pseudostrabismus hanya terkesan juling saja.
Pseudostrabismus atau strabimus palsu bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya: anak memiliki wajah lebar dan jarak antara mata kiri dan kanan berjauhan sehingga seolah terlihat juling.
Lantas bagaimana caranya untuk mencegah agar anak tidak juling?
Moms, tidak ada cara untuk mencegah anak memiliki mata juling, bahkan ada yang terlahir dengan kondisi seperti ini. Tapi langkah paling tepat dan efektif adalah melakukan pemeriksaan penglihatan anak sedini mungkin, kemudian lakukan pemeriksaan secara berkala.
Ketika dokter mendiagnosis anak Anda mengalami strabimus, Anda bisa mengambil tindakan selanjutnya dengan terapi. Terapinya sendiri ada berbagai tipe yang bisa disesuaikan dengan penyebab mata juling, contohnya latihan otot-otot bola mata, pengunaan lensa, atau bahkan operasi.
Jadi, jika Anda mendapati anak mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Bila tidak cepat ditangani mata juling pada anak bisa mengakibatkan komplikasi serius. Penglihatan yang tidak fokus bisa menyebabkan salah satu bola mata lebih dominan (ambliopia), risiko terbesar bila tidak segera dilakukan terapi adalah buta permanen.
