Cara Jelaskan Peristiwa dan Hikmah Jumat Agung pada Anak

Hari ini, Jumat (2/4) adalah hari Jumat Agung untuk memperingati hari wafatnya Tuhan Yesus Kristus. Sudah kah Anda menjelaskannya pada anak?
Menjelaskan peristiwa Jumat Agung sangat berguna untuk membantu anak memahami dan memetik hikmah, sekaligus dapat memupuk imannya. Termasuk untuk anak yang masih balita, lho!
Bagaimana caranya? Berikut tips dari tim kumparanMOM untuk Anda.
Tips Jelaskan Peristiwa Jumat Agung pada Anak
Cara yang paling mudah untuk menjelaskan peristiwa Jumat Agung pada anak adalah dengan menceritakan kembali kisah penyaliban dan kematian Tuhan Yesus untuk menebus dosa manusia.
Tentu saja, pastikan cerita maupun kata-kata yang dipilih sesuai dengan usia atau kemampuan anak mencerna.
Untuk membantu anak membayangkan, orang tua bisa memperlihatkan gambar Yesus memanggul salib yang berat seorang diri.
Sampaikan pada anak, "Karena salib sangat berat, Yesus terjatuh saat memanggulnya. Simon dari Kirene pun diminta untuk membantu mengangkat salib Yesus. Lalu tiba lah rombongan yang mengarak Yesus ke Golgota atau disebut dengan nama Bukit Tengkorak. Di sana terdapat 3 buah salib di sana. Yesus disalib di tengah dan di sebelah kiri dan kanannya ada 2 penjahat."
Setelah itu, beri anak penjelasan. Misalnya, "Tuhan Yesus disalib untuk mengampuni dosa kita, karena Yesus menyayangi kita semua. Yesus disalib karena Ia sangat mengasihi kamu, Ibu, Ayah dan semua manusia."
Setelah menjelaskan peristiwa Yesus disalib, orang tua juga dapat membacakan Efesus 2:8 dari Alkitab, yang isinya:
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”
Yang tak kalah penting, beri lah anak kesempatan bertanya, Moms! Ini akan jadi peluang baik untuk membantu anak memahami lebih jauh.
Perhatikan juga, sejauh mana tertarik? Bila anak tampak ingin tahu lebih banyak, jangan ragu untuk melanjutkan cerita.
Misalnya, ceritakan pada anak bahwa Yesus disalib atas perintah penguasa Romawi karena desakan orang-orang Yahudi sesuai dengan Kisah Para Rasul 2:23 (Kis 2:23).
Tuhan Yesus wafat dan dimakamkan di makam milik Yusuf Arimatea. Ini adalah penguburan yang tidak umum terjadi bagi orang-orang yang dihukum salib. Sebab orang-orang Romawi biasanya membiarkan mayat para penjahat yang disalib hingga membusuk dan jadi makanan untuk burung-burung gagak. Alasan inilah yang membuat Yusuf Arimatea memberikan kuburannya untuk dipakai oleh Yesus.
Orang tua juga dapat menjelaskan pada anak bahwa makam Tuhan Yesus dibangun pada dinding batu dengan membuat cerukan di dalamnya dan diberi pintu yang juga terbuat dari batu.
Bisa juga, mengajak anak berdoa atau menyanyikan lagu sebagai tanda syukur dan agar anak dapat lebih meresapi kasih-Nya.
