Cara Ketahui Aksesoris Rambut yang Tak Cocok atau Berbahaya untuk Bayi

Gemas ya, melihat bayi perempuan mengenakan aksesoris rambut! Tidak heran kalau banyak orang tua yang membelikan beragam aksesoris rambut untuk bayinya. Mulai dari bandana, pita, jepit hingga turban misalnya.
Tapi hati-hati. Bila tidak tepat, aksesoris rambut bisa menyebabkan rasa tidak nyaman hingga menyakiti bayi. Bahkan beberapa aksesoris juga bisa mendatangkan bahaya lho, Moms!
Karena itu, lepas dari sedang tren atau tidak dan lucu atau tidak, orang tua perlu mencermati dengan baik kemungkinan bahaya yang dapat ditimbulkan sebelum memberikan aksesoris rambut pada bayi.
Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah sebuah aksesoris rambut membahayakan bagi bayi?
Ternyata caranya mudah, Moms. Anda hanya perlu mengamati si kecil.
Jika setelah mengenakannya, kulit bayi tampak memerah atau ada bekas tersisa, itu tanda aksesorisnya tidak nyaman!
Jika ketika mengenakannya, bayi menangis, berusaha mengelak atau mencoba melepasnya, ini juga tanda ia tak nyaman.
Cara lain untuk mengetahui apakah suatu aksesori menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi adalah dengan mengamati ketika waktu tidur tiba. Jika bayi sulit tertidur atau tidur tapi tidak nyenyak dengan memakai aksesori tersebut, ini menunjukkan aksesoris tidak nyaman.
Orang tua juga perlu tahu bahwa tulang tengkorak bayi harus bebas dari tekanan agar pertumbuhannya dapat berjalan dengan baik.
Ya Moms, mengutip Youre Mom, tengkorak bayi mereka terdiri dari tujuh tulang. Ketujuh tulang ini 'diikat' oleh sambungan lunak yang ditutupi oleh selaput yang memungkinkan pertumbuhan tengkorak karena otak juga bertambah besar.
Itulah kenapa aksesoris kepala yang tidak (misalnya terlalu kencang atau ketat) tepat bisa berbahaya karena dapat mengganggu pertumbuhan tulang tengkoraknya.
Beberapa ahli bahkan mengklaim bahwa ikat kepala dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.
Masih ada lagi hal yang perlu diwaspadai terkaitaksesoris rambut bayi: bahaya tersedak!
Ini karena bayi suka bermain dengan apa pun yang bisa mereka dapatkan. Termasuk aksesoris rambut yang dengan mudah dapat ia jangkau atau lepaskan.
Begitu berhasil menggapai atau mendapatkannya, bayi mungkin saja menariknya ke depan wajah (hingga menutupi jalur napas) atau memasukannya ke dalam mulut. Padahal umumnya aksesoris rambut dibuat dengan berbagai bahan kecil yang mudah lepas seperti pita, bunga, payet atau jepit mungil.
Jadi, pertimbangkan kembali dengan masak bila Anda ingin memberi aksesoris rambut pada bayi. Jangan paksakan! Bukan hanya tak nyaman, kesehatan bahkan nyawa si kecil yang jadi taruhan.
