Cara Sendawakan Bayi yang Sedang Tidur

Setelah menyusu, terutama bila diberi ASI perah atau susu formula dengan botol, bayi perlu dibantu bersendawa atau disendawakan. Dengan menyendawakan bayi, gelembung udara yang masuk ke perut bayi selama menyusu dapat dikeluarkan. Sebab bila tidak dikeluarkan, bayi dapat mengalami kembung, merasa tidak nyaman, dan sangat mungkin jadi rewel.
Menyendawakan bayi sangat penting sehingga tetap perlu dilakukan meski bayi terlanjur tertidur setelah menyusu. Bagaimana caranya?
Tips Menyendawakan Bayi Tidur
Jika ingin gelembung udara bergerak ke atas, tubuh bayi harus tegak agar mudah disendawakan. Posisi ini mendorong gelembung udara bergerak ke atas, melewati tenggorokan dan keluar dari mulut.
Bayi yang sedang tidur masih tetap bisa bersendawa tanpa membangunkannya. Namun perlu dicatat bahwa setiap bayi berbeda, jadi Anda mungkin perlu mencoba berbagai teknik hingga menemukan yang berhasil. Berikut beberapa caranya seperti dikutip dari Medical News Today.
1. Metode Bahu
Metode ini cocok untuk bayi yang tidur nyenyak. Ini juga dapat berguna jika Anda perlu membangunkan bayi untuk melanjutkan menyusui.
Berdirikan bayi dan sandarkan ke dada bagian atas. Letakkan satu tangan di bawah pantat bayi untuk menopang. Kepala bayi harus berada di atas bahu Anda.
Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut di antara tulang belikatnya. Gunakan telapak tangan terbuka untuk menepuk, tegas tapi lembut.
Jika menepuk tidak berhasil, cobalah menggosok punggung atas bayi dengan gerakan melingkar dengan telapak tangan.
Jika tujuannya adalah untuk membuat bayi tetap terjaga, memantulkannya dengan ringan saat berada di bahu dapat membantu membangunkannya sekaligus membuat mereka bersendawa.
2. Metode Dada
Jika sendawa bahu cenderung membangunkan bayi, cobalah sendawa dada sebagai gantinya. Menempatkan bayi di dada bisa terasa lebih nyaman bagi bayi daripada di bahu, jadi posisi ini sering kali membuat bayi tetap tertidur setelah menyusu.
Angkat bayi ke dada dengan lembut, letakkan satu tangan di punggung dan satu di bawah pantat.
Hindari meregangkan kaki bayi. Biarkan tubuhnya tetap dalam posisi meringkuk agar tidak terbangun.
Gunakan tangan yang ada di punggung untuk menggosoknya, lakukan gerakan melingkar terlebih dahulu.
Jika menggosok tidak membuatnya bersendawa, cobalah tepukan lembut di antara bahu mereka.
3. Metode Pinggul
Metode pinggul bekerja dengan baik untuk Anda yang lebih suka menyusui si kecil sambil berbaring. Ini dapat membantu bayi tetap tertidur karena Anda tidak harus duduk, dan bayi tidak sepenuhnya tegak.
Letakkan perut bayi dengan lembut di atas pinggul atau perut. Pastikan kepala bayi tetap terangkat di atas tubuhnya.
Tepuk punggung mereka dengan lembut di antara tulang belikat.
Cara lainnya, gosok punggung mereka dengan gerakan memutar ke atas.
4. Metode Pegangan Tangan
Untuk bayi yang lebih kecil, metode memegang tangan bisa bermanfaat. Namun, umumnya tidak bisa dilakukan untuk bayi yang lebih besar.
Letakkan satu tangan di bawah punggung bayi, biarkan bayi mengistirahatkan tubuh di tangan bawah.
Balik tubuh bayi dengan hati-hati sehingga mereka berbaring di tangan Anda dengan kepala di lekukan siku. Letakkan tangan di antara kaki bayi, pegang bayi untuk stabilitas.
Gosok atau tepuk punggung atas bayi dengan tangan lainnya.
Setelah selesai, gulingkan bayi dengan lembut ke arah tubuh. Mereka kemudian akan menghadap ke atas untuk terus menyusu atau tidur.
5. Metode Pangkuan
Jika Anda duduk di kursi atau di sofa, metode pangkuan dapat bekerja dengan baik untuk membuat bayi tetap tertidur. Ini tidak membutuhkan bayi untuk berdiri tegak, yang mungkin lebih menenangkan bagi bayi.
Saat dalam posisi duduk, dengan lembut balikkan bayi hingga tengkurap dan biarkan ia bertumpu pada paha Anda,
Letakkan satu lengan di bawah dagu dan dada bayi untuk sedikit mengangkat tubuh bagian atas.
Gunakan tangan lainnya untuk menepuk punggungnya atau menggosoknya dengan gerakan memutar.
Setelah selesai, telentangkan bayi.
