Cara Stimulasi agar Bayi Bisa Berguling
·waktu baca 3 menit

Bayi yang sehat umumnya akan memiliki perkembangan yang baik dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah berguling. Ya Moms, mengutip Verywell Family, berguling merupakan salah satu tonggak perkembangan pertama yang dicapai bayi.
“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru-baru ini merilis tonggak perkembangan baru yang disesuaikan, di mana mereka mencantumkan berguling dari perut ke belakang sebagai tonggak 6 bulan,” jelas Laura Jana, MD, FAAP, seorang dokter anak sekaligus juru bicara Akademi Pediatri Amerika.
Ya, sebagian bayi mampu berguling pada usia 6 bulan, Moms. Namun, tak sedikit bayi yang menguasai keterampilan ini saat berusia 3 – 4 bulan. Selama beberapa bulan berikutnya, bayi akan menyempurnakan kemampuan ini dengan membuat gerakan ke depan dan ke belakang. Ia juga akan belajar untuk mengangkat kepalanya.
Lantas, bagaimana jika bayi belum bisa berguling di usia yang seharusnya? Tenang, Moms. Berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk mengajari bayi berguling.
Cara Mengajari Bayi Berguling
Sebagian bayi membutuhkan stimulasi agar bisa berguling. Caranya adalah dengan mengajak bayi melakukan tummy time atau tengkurap. Ya Moms, Anda dapat meletakkan bayi di posisi tengkurap untuk menstimulasi agar ia mau berguling.
“Pertama dan terpenting, sangat penting untuk memberi bayi waktu dan ruang untuk bergerak,” kata dr. Jana.
Tummy time dapat dilakukan di kasur, alas bermain, dan bahkan di atas perut Anda. Anda dapat melakukannya selama 3 – 5 menit dengan frekuensi 2 atau 3 kali sehari. Namun, Anda juga dapat menyesuaikan durasi dan frekuensinya dengan kondisi bayi, Moms.
Selain itu, lakukan tummy time saat bayi sedang tenang. Jangan paksa si kecil melakukannya saat ia sedang rewel, Moms. Anda juga bisa memberikan mainan di depannya untuk menstimulasi bayi agar menggerakkan tangan dan mendongakkan kepalanya. Agar makin interaktif, Anda dapat ikut berbaring tengkurap bersama si kecil.
“Ini bisa membuat prosesnya menjadi lebih menyenangkan dan interaksi bagi bayi jika Anda benar-benar turun ke lantai dan berbaring, melihat, dan berinteraksi,” ujar dr. Jana.
Apa yang Perlu Diperhatikan saat Mengajari Bayi Berguling?
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat mengajari bayi berguling, yaitu sebagai berikut.
Selalu awasi dan temani bayi saat tummy time, terutama saat melakukannya di tempat tinggi, seperti di atas sofa dan tempat tidur.
Jauhkan bayi dari barang-barang yang berbahaya, terutama yang berbahan keras dan tajam.
Pastikan melakukan tummy time di permukaan yang datar, lembut, dan kokoh, seperti alas bermain, karpet, selimut, dan lain sebagainya.
Kapan Perlu Khawatir?
Menurut Akademi Pediatri Amerika, orang tua perlu membawa bayi ke dokter jika si kecil mengalami salah satu hal berikut ini.
Bayi yang awalnya bisa berguling, tiba-tiba tidak bisa melakukannya lagi.
Bayi berusia di atas 6 bulan tidak dapat berguling dari perut ke belakang.
Otot bayi usia 6 bulan ke atas tampak kaku dan lemas.
Dalam kasus tersebut, bayi mungkin masih dalam tahap normal. Namun, membawa bayi ke dokter setidaknya dapat memberikan informasi apakah si kecil mengalami keterlambatan perkembangan atau hal lainnya.
