Cerita Ibu: Saya Kena Abses dan Mastitis saat Menyusui Anak Kedua

4 Agustus 2022 18:00
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cerita Ibu: Saya Kena Abses dan Mastitis saat Menyusui Anak Kedua. Foto: Butsaya/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cerita Ibu: Saya Kena Abses dan Mastitis saat Menyusui Anak Kedua. Foto: Butsaya/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Setiap ibu memiliki pengalaman menyusui yang berbeda-beda, begitu pula dengan tantangannya. Bagi Titik Yayuk, pengalaman menyusui anak keduanya menjadi momen yang tak terlupakan karena ia harus menghadapi abses dan mastitis dalam waktu bersamaan.
ADVERTISEMENT
Tiga bulan sejak kelahiran bayi keduanya, Titik merasa ada yang aneh pada bagian aerola payudara sebelah kanan. Ia merasakan ada sedikit benjolan dan mengeras, lalu tak lama disertai demam.
Titik pun mendatangi hingga tiga rumah sakit untuk mencari tahu penyebab payudaranya begitu sakit. Di dua RS pertama yang didatanginya, ia diberikan antibiotik dan perawatan breastcare yang rasanya sangat sakit. Namun, tidak ada perubahan pada payudaranya yang semakin memerah, dan justru rasa sakitnya semakin menjadi-jadi.
Di rumah sakit ketiga yang ia datangi, ia langsung masuk IGD dan hasil pemeriksaan menunjukkan ia terkena mastitis dan abses. Satu-satunya cara yang bisa menyembuhkannya adalah dengan operasi. Mengetahui harus operasi, perasaan Titik campur aduk sambil mengingat bayinya harus tetap diberikan ASI. Namun, keinginan untuk sembuhnya pun begitu kuat, dan akhirnya operasi pun dilakukan.
ADVERTISEMENT
Setelah operasi, ternyata, luka bekas operasinya meninggalkan lubang terbuka yang harus dibersihkan setiap harinya. Proses penyembuhan pun berlangsung hingga dua bulan lamanya. Selama masa itu, sang bayi hanya minum ASI dari payudara sebelah kiri saja, karena payudara kanan masih ada pengaruh obat. Titik pun merasa bersyukur karena masa-masa sulit ini bisa terlewati. Ditambah juga adanya dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya selama menjalani pengobatan hingga sembuh.
Nah Moms, cerita ibu Titik yang dibagikan lewat akun Instagram @kumparanMOM mendapat berbagai respons dari followers. Ada yang menceritakan pengalaman serupa dan ada juga yang memberikan dukungan karena tidak patah semangat untuk menyusui bayinya.
"MasyaAllah aku tau banget gimana sakit nya mastitis. 馃槩馃槩 Padahal obat alaminya tu minum jamu kunyit dan jahe. Alhamdulillah biiznillah nda nyampai 24 jam aku sembuh," tulis pemilik akun @viniarvy.
ADVERTISEMENT
"Ak juga smpai oprasi kena mastitis ketika itu baby masih usia 3bln. Sedih banget harus ninggal baby. Mana lahiran juga SC," kata pemilik akun @beenteasasongko35.
"Menyusui itu tidak semudah di bayangkan.sy anak ke 2 menyusui hampir putus asa.alhamdulilah anak ku mau umur 2 tahun dan rasanya sy masih menikmati menyusui walaupun sbtr lagi hrs di sapih," tutur pemilik akun @malianamuhimma19932017.
Mastitis dan abses payudara bisa begitu menyiksa bagi ibu menyusui. Nah, simak apa perbedaan dua kondisi ini dan bagaimana penanganan jika mengalaminya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Penyebab Mastitis dan Abses Payudara pada Ibu Menyusui

Penyebab Mastitis dan Abses Payudara pada Ibu Menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Mastitis dan Abses Payudara pada Ibu Menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock
Mastitis dan abses payudara adalah dua kondisi yang berbeda. Mayo Clinic melansir, mastitis adalah peradangan atau infeksi pada jaringan payudara yang disebabkan oleh masuknya bakteri --sering kali dari mulut bayi, ke dalam saluran ASI melalui celah-celah sempit pada puting. Mastitis biasanya terjadi pada satu payudara. Namun, pada sebagian kasus juga bisa terjadi pada kedua payudara.
ADVERTISEMENT
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kondisi mastitis bisa menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui. Selain itu, mastitis juga berpotensi meningkatkan transmisi vertikal pada beberapa penyakit, terutama AIDS. Beberapa gejala mastitis yang perlu diwaspadai, seperti payudara kemerahan dan terasa panas, nyeri saat payudara ditekan, ada benjolan atau area keras di payudara, gejala seperti flu disertai demam hingga nyeri atau ngilu seluruh tubuh.
Sedangkan abses adalah munculnya benjolan keras yang berisi nanah di area payudara. Mengutip laman National Health Service, kondisi ini terjadi karena infeksi bakteri akibat saluran ASI yang tersumbat. Penyebabnya biasanya karena payudara tidak pernah dikosongkan selama sesi menyusui dan sudah berlarut-larut.
Mengutip Cleveland Clinic, abses payudara biasa dimulai dari mastitis karena saluran laktasi tidak kosong dan tersumbat. Dalam beberapa kasus, luka infeksi dapat memburuk jika tidak segera diobati. Apalagi, kondisi abses pun juga dapat membuat payudara berhenti memproduksi ASI yang cukup untuk bayi. Mastitis bisa berkembang menjadi abses ketika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Jika sudah sangat parah, mungkin perlu melakukan operasi bedah.
ADVERTISEMENT

Pengobatan Mastitis dan Abses

Pengobatan Mastitis dan Abses pada Ibu Menyusui. Foto: Tutatamafilm/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pengobatan Mastitis dan Abses pada Ibu Menyusui. Foto: Tutatamafilm/Shutterstock
Pengobatan untuk mastitis harus segera dilakukan untuk membantu mengurangi risiko terkena abses. Pada kasus mastitis ringan, Anda perlu lebih sering menyusui bayi untuk mempercepat pengosongan payudara. Jika perlu, Anda bisa memerah ASI setiap dua jam sekali untuk mengosongkannya. Selain itu, bisa juga mengompres atau mandi dengan air hangat untuk meredakan nyeri payudara.
Bila diperlukan, dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen untuk mengatasi rasa nyeri. Jangan lupa untuk rutin memijat payudara, beristirahat cukup, perbanyak cairan dan konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang.
Namun, apabila sudah sampai abses, dokter biasanya akan melakukan rangkaian tindakan untuk mengeluarkan cairan nanah dari benjolan terlebih dahulu. Operasi bedah dilakukan untuk mengeluarkan nanah bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti disedot pakai jarum, membuat sayatan kecil di kulit, atau pemasangan kateter.
ADVERTISEMENT
Apabila abses yang sudah dikeringkan meninggalkan rongga besar seperti yang dialami Ibu Titik, biasanya ibu akan diberi tindakan berupa pembersihan rutin dan pengeringan. Ibu juga disarankan untuk mengompres payudara dengan air hangat untuk meredakan peradangan. Untuk mempercepat penyembuhan, dokter juga akan memberikan antibiotik.
ilustrasi ibu menyusui dengan payudara mengalami mastitis. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi ibu menyusui dengan payudara mengalami mastitis. Foto: Shutterstock
Selain itu, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada payudara yang timbul benjolan seperti batu, seperti:
  • Pijatlah area payudara untuk mengurangi rasa nyeri yang muncul.
  • Kemudian kompres dengan waslap atau handuk hangat sekitar 15 menit.
  • Keluarkan ASI dengan tangan.
  • Susuilah anak secara langsung.
Mengingat abses muncul karena mastitis yang tidak dapat pengobatan dengan tepat, maka Anda bisa memulai mencegah terjadinya mastitis. Untuk mencegah terkena mastitis, Anda bisa memberikan ASI secara teratur untuk mengosongkan payudara. Pastikan juga teknik menyusui tepat dan periksa apakah si kecil sudah melakukan pelekatan dengan benar atau belum.
ADVERTISEMENT
Jika dalam 2-3 hari tidak kunjung sembuh, segera datangi dokter atau konsultan laktasi agar tidak semakin parah dan berujung abses ya, Moms.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020