Kumparan Logo

Cerita Ibu: Saya LDM dengan Suami dan Tetap Urus 2 Anak Sambil Bekerja

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nusanti Larasati bersama keluarga selama menjalani LDM. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Nusanti Larasati bersama keluarga selama menjalani LDM. Foto: Dok. Pribadi

Setelah menikah, beberapa pasangan suami istri bisa saja terpaksa harus menjalani pernikahan jarak jauh (long distance marriage/LDM). Alasannya beragam, seperti faktor pekerjaan hingga pendidikan yang ditempuh pasangan.

Menjalani long distance marriage bukanlah hal mudah. Bagi seseorang yang menjalaninya, bisa membuat perasaan sedih dan tertekan karena rasa rindu.

Hal ini jugalah yang dirasakan Nusanti Larasati (29). Ya Moms, wanita yang akrab disapa Laras itu sudah menjalani LDM selama tujuh bulan terakhir. Sang suami yang bekerja di perusahaan minyak dan gas harus ditugaskan di Papua.

Laras mengaku tidak pernah membayangkan harus berpisah jarak dan waktu dengan suaminya.

"Pasti kita kaget sih awalnya gitu kan. Satu sisi kita mengikhlaskan suami dan ayah kita untuk ambil kesempatan ini, karena kita rasa ini juga kesempatan yang baik. Dan belum tentu datang dua kali pastinya," ungkap Laras kepada kumparanMOM dalam program Cerita Ibu.

Nusanti Larasati bersama keluarga selama menjalani LDM. Foto: Dok. Pribadi

Apalagi, Laras merasakan anak-anak balitanya masih membutuhkan sosok ayah di sampingnya, yakni Arjuna (5) dan Denjaka (2). Masa-masa terberat berlangsung pada dua minggu pertama sang suami dinas, karena anak-anaknya terus menangis mencari ayahnya.

Dan akhirnya, untuk melepas rindu, Laras juga menyempatkan melakukan doa bersama sebelum tidur agar sang ayah tetap sehat di tempat kerjanya.

"Paling kita menguatkannya setiap mau tidur itu aku selalu biasain ke anak-anak untuk doain ayahnya di sana gitu supaya ayahnya juga sehat, juga lancar pekerjaannya. Jadi anak-anak sampai sekarang aku selalu rutin ajak anak-anak untuk doa sih kalau memang kangen sama ayahnya," ungkap wanita yang bekerja sebagai karyawan swasta itu.

Kekhawatiran dan Melepas Rindu Selama Jalani Pernikahan Jarak Jauh

Jarak yang jauh juga selalu memunculkan kekhawatiran bagi Laras. Ia selalu mengkhawatirkan faktor kesehatan dan keselamatan suaminya. Tetapi, saat merasakan itu, ia berusaha tetap menjaga komunikasi sebaik mungkin. Mulai dari diminta memberi kabar hingga video call mau sesibuk apa pun mereka bekerja.

Masa-masa ketika anak sakit menjadi salah satu yang membuatnya berat menjalani LDM. Sebab, Laras harus berusaha membagi perhatian kepada kedua anaknya. Di sisi lain, ia kerap merindukan bisa diperhatikan oleh pasangan, terutama saat sedang lelah dan capek bekerja.

"Karena kadang kalau kita sudah capek karena kan aku juga bekerja gitu jadi benar-benar bagi waktu antara keluarga sama kantor itu capeknya berasa banget. Dan kalau pas lagi capek itu karena kita kadang ingin ada yang meratiin. Cuma sekadar diusap punggungnya, dipeluk, dan aku enggak bisa mendapatkan itu kemarin. Jadi itu terberat sih buat aku," cerita Laras.

Nusanti Larasati bersama keluarga selama menjalani LDM. Foto: Dok. Pribadi

Di tengah rasa kangen, capek, dan lelah bekerja sekaligus berjauhan dengan suaminya, Laras ternyata juga sering mendapat ucapan-ucapan manis dari anak-anak mereka.

"Yang akhir-akhir ini sih mungkin anak-anak jadi sering ngomong 'I Love You, Mommy'. Padahal aku juga enggak dipanggil Mommy di rumah. Ya 'I love you ibu', itu sih kedua anakku lagi sering banget ngomong gitu. Mungkin karena setiap malam itu aku suka bilang maaf ke mereka karena aku juga ninggalin mereka kerja kan. Lebih ke itu sih. Setiap aku minta maaf sama mereka, mereka juga nguatin aku dengan kata-kata itu," ujar Laras sambil terisak.

Saat suami juga sedang bisa pulang ke Jakarta, Laras tak menunda untuk kumpul keluarga dan liburan bersama ke luar kota.

Hal yang Membuat Kuat Jalani LDM

Di tengah menjalani LDM, Laras juga kerap merasa kesepian dan perasaannya berat, Moms. Saat sedang merasakannya, apa yang dikatakan sang suami?

"Yang pasti disuruh sabar sih, sabar doang haha ya itu sih karena kita kan beda waktu juga kadang waktunya aku mengeluh dia sudah istirahat. Jadi kayak terbatas juga sih komunikasinya. Pas kita sudah burn out banget dia sudah istirahat. Jadi ya sudah disuruh sabar aja sih palingan," tuturnya.

Nusanti Larasati bersama keluarga. Foto: Dok. Pribadi

Selain itu, ia diingatkan agar tetap kuat dan sabar karena semua yang dilakukan keduanya juga adalah untuk anak-anak mereka. Meski capek, tetapi Laras diyakinkan untuk kuat.

Nah Moms, kalau lagi kangen, Laras pernah enggak sih kasih 'kode' ke suami? Ternyata pernah, lho! Tetapi, seperti apa sih reaksi sang suami?

"Pernah sih, tapi ya yaudah feedbacknya gitu aja. Jadi sudah cukup sekali ya daripada sakit hati jadi sudah enggak pernah minta yang aneh-aneh lagi," kata dia sambil tertawa.

Meski harus berpisah jarak dengan suami sekaligus ayah dari anak-anaknya, ia berharap kedua putranya memahami yang dilakukan orang tuanya adalah untuk mereka juga.

"Jadi ya aku juga berharap mereka ngerti gitu orang tuanya enggak ada di rumah, lagi berjuang aja buat mereka juga," ucap dia.

Laras pun berterima kasih kepada dirinya sendiri yang telah berjuang dan bertahan menjalani LDM selama beberapa bulan terakhir ini. Ia menyadari bahwa menjalani LDM memang tidak mudah. Tak ketinggalan, ia juga memberi pesan kepada suami dan anak-anaknya, lho!

"Ibu sayang banget sama kalian, walaupun ibu capek tapi ibu juga minta maaf karena harus ninggalin kalian kerja. Semoga....suamiku di sana sehat selalu dalam lindungan Allah. Dan anak-anak juga semua sehat karena enggak ada yang lebih berharga selain sehat. Kalau anak-anak sehat semua sehat pikiran juga tenang. semua bahagia. Love you....," tutup Laras.

embed from external kumparan