Kumparan Logo

Cerita Ibu: Suami Ketahuan Selingkuh, Saya Berusaha Memaafkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cerita Ibu: Suami Ketahuan Selingkuh, Saya Berusaha Memaafkan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Cerita Ibu: Suami Ketahuan Selingkuh, Saya Berusaha Memaafkan. Foto: Shutterstock

Siapa tak ingin punya suami yang setia? Kesetiaan tentu jadi salah satu kunci untuk mempertahankan hubungan rumah tangga yang harmonis. Namun, Ibu LN jutsru mengalami hal yang sebaliknya.

Saat tengah hamil 6 bulan, ia mengetahui suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Kejadian pahit tersebut membuat Ibu LN sangat terluka, namun ia memutuskan untuk memaafkan suaminya. Alasannya, ia ingin sang anak tetap merasakan kehadiran sosok ayah.

Meski begitu, ibu LN mengakui bahwa kepercayaannya pada suami tidak bisa kembali seperti dulu lagi.

Cerita yang dibagikannya pada sesama ibu lain melalui akun Instagram @kumparanMOM ini pun mendapat banyak tanggapan. Mayoritas, memberi semangat kepada Ibu LN. Ada juga yang bahkan menceritakan pengalaman serupa.

instagram embed

"Sabar ya mom, semoga anaknya lahir dengan sehat & tidak perlu tau aib bapaknya, cukup tau yg baik-baiknya aja❤️" ujar akun @siska_prattiwi.

"Saya juga merasakanya 😔," kata akun @anisacandra13.

"Yang penting si laki niat mau berubah dari hati," kta akun @daeng_nita.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan bila Anda memutuskan untuk memaafkan suami yang berselingkuh dan memperbaiki hubungan pernikahan?

Kunci untuk Memaafkan Suami yang Berselingkuh

Kunci memaafkan suami yang sudah berselingkuh. Foto: Shutterstock

Memaafkan dan menerima kembali suami atau tidak setelah ketahuan berselingkuh memang menjadi pilihan masing-masing. Namun, jika memutuskan untuk melakukan hal ini, dibutuhkan ketulusan.

Very Well Mind melansir, menerima kembali pasangan, tanpa benar-benar memaafkannya, justru bisa membuat kita lelah--baik secara fisik atau mental.

Tak hanya itu, Moms, kita bisa saja jadi menjalani keseharian bersama pasangan dengan penuh kebencian dan hal ini justru bisa menghancurkan rumah tangga.

Meski begitu, luka yang timbul akibat perselingkuhan suami memang bukan hal yang ringan. Oleh sebab itu, cobalah untuk bersabar dengan diri sendiri saat sedang mencoba memaafkan dan menerimanya.

Kunci memaafkan suami yang sudah berselingkuh. Foto: Shutterstock

Menurut psikiater Karen Swartz, MD, ada beberapa hal kunci yang bisa dijadikan pegangan saat mencoba:

  1. Bersikaplah terbuka dan menerima dengan sungguh-sungguh permohonan maaf pasangan.

  2. Buatlah keputusan sadar untuk memaafkan pasangan.

  3. Pikirkan tempat yang menenangkan atau lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian sementara waktu dari pikiran perselingkuhan pasangan.

  4. Saat sudah memaafkan pasangan, cobalah untuk menahan diri untuk tidak mengungkit kembali kesalahan demi kesalahan ke pasangan di kemudian hari.

  5. Jangan lakukan balas dendam, dengan melakukan tindakan yang sama. Sebab, hal itu hanya akan memperpanjang rasa sakit dan kemungkinan besar balas dendam tidak akan benar-benar membuat kita merasa lebih baik.

  6. Ingatlah bahwa memaafkan, bukan berarti kita membenarkan perilaku yang menyakitkan tersebut.

  7. Bersabarlah dengan diri sendiri. Mampu memaafkan pasangan tentu membutuhkan waktu, sehingga kita tidak perlu tergesa-gesa.

  8. Berkonsultasilah dengan profesional atau ahli untuk membantu kita memaafkan pasangan.

kumparan post embed

Meski begitu, Moms, jika pasangan terus melecehkan, mengkhianati, berbohong atau tidak melakukan upaya nyata untuk mengubah perilaku buruknya, mungkin ini sudah saatnya untuk mengatakan cukup. Terlepas dari upaya untuk tetap memaafkan pasangan, mungkin sudah waktunya untuk memikirkan perpisahan atau perceraian.

Karen Swartz menegaskan, memaafkan tidak selalu berarti memulihkan hubungan ke keadaan semula. Terkadang, kepercayaan bisa dirusak sedemikian rupa, sehingga mempertahankan hubungan, tampaknya bukan jadi keputusan terbaik.

"Memiliki hubungan dengan seseorang di masa depan adalah tentang apakah mereka dapat diandalkan dan dapat dipercaya," jelas Karen, seperti dikutip dari Very Well Mind.

====

Yuk, baca lebih banyak #CeritaIbu yang inspiratif di Instagram @kumparanmom. Atau ingin ikut berbagi cerita? Bisa, Moms! Kirimkan saja cerita Anda lewat DM Instagram @kumparanmom.