Cerita Sabai Morscheck soal Sang Anak yang Menolak Dicium Ayahnya
·waktu baca 3 menit

Kedekatan antara ibu dan anak tampaknya sudah tidak bisa diragukan lagi. Sebab, si kecil sudah terus bersama ibu sejak masih bayi di dalam kandungan. Saking dekatnya dengan sang ibu, beberapa anak balita bahkan menolak untuk bersama ayahnya.
Hal ini pula yang terjadi pada anak kedua Sabai Morscheck, Mars, yang kini berusia 19 bulan. Lewat salah satu unggahan di laman Instagram pribadinya, Sabai berbagi cerita bahwa Mars kerap menolak bila dicium sang ayah, Ringgo. Menurut Sabai, ini terjadi karena sifat Ringgo yang sering menjahili anak-anaknya.
“Sampai anak kedua pun udah suka menolak dicium baba (Ringgo). Apakah ini masih belum bisa membuat baba sadar kalo terkadang kelakuan baba itu emang GANGGU BANGET,” tulis Sabai dalam keterangannya.
Sabai mengatakan, Ringgo bahkan punya kebiasaan semakin mengganggu Mars saat ia sudah menolak hingga menangis. Wah, ada-ada saja ya, Moms.
Meski begitu, wanita berusia 33 tahun tersebut juga bertanya-tanya, apakah karena kedua anaknya laki-laki sehingga membuat mereka lebih dekat dengan ibunya ketimbang sang ayah? Lantas, kenapa ada anak balita yang suka menolak ayahnya seperti Mars, ya?
Alasan Anak Balita Kerap Menolak Ayahnya
Dokter anak dan Asisten Profesor Klinis Pediatri di Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg Northwestern, Andrew Bernstein, MD, FAAP, menjelaskan, balita yang kerap menolak ayah dan lebih memilih untuk bersama ibunya merupakan bagian dari tahap perkembangan anak yang normal.
“Balita memutuskan untuk memilih satu orang tua (baik ayah maupun ibu) benar-benar normal. Ini adalah bagian normal dari perkembangan anak-anak dan merupakan bagian dari kesadaran mereka tentang dirinya sendiri dan kemampuan mereka untuk membuat pilihan,” jelas Dr. Andrew seperti dikutip dari Romper.
Saat balita menolak ayah seperti yang dilakukan anak Sabai Morscheck justru menjadi tanda bahwa si ayah merupakan orang tua yang hebat bagi buah hatinya. Sebab, ketika anak dapat mengabaikan atau menunjukkan perasaan negatif pada ayahnya, itu menunjukkan bahwa si kecil percaya diri dengan cinta dari sang ayah untuknya. Oleh karenanya, biasanya anak-anak bisa mengatakan “aku tidak mau dicium ayah” atau “aku tidak mau sama papa.”
Lebih lanjut, Dr. Andrew menambahkan bahwa fase ini biasanya terjadi di dalam keluarga dengan orang tua lengkap, di mana anak-anak bisa melihat ayah dan ibunya di waktu bersamaan lebih sering setiap harinya. Tetapi, balita seperti anak Sabai Morscheck mungkin menempatkan pilihan pada satu orang favorit yang lebih sering menghabiskan waktu bersamanya secara intens yaitu sang ibu.
Meski sifat pemilih pada balita merupakan hal normal, Dr. Andrew menyarankan agar ibu sebaiknya memberikan kesempatan bagi ayah yang mungkin sibuk bekerja untuk lebih sering menghabiskan waktu berdua bersama anak. Misalnya saja dengan melakukan sesuatu yang baru seperti, jalan-jalan keluar rumah, menemani tidur, menyuapi makan dan lainnya.
