Mom
·
22 September 2020 7:52

Ciri-ciri Bayi Akan Segera Berjalan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ciri-ciri Bayi Akan Segera Berjalan (91827)
Ilustrasi bayi belajar berjalan. Foto: Shutter Stock
Bayi bisa berjalan, biasanya jadi salah satu tonggak perkembangan yang dinanti-nanti oleh orang tua. Ya Moms, siapa sih, yang tidak senang melihat si kecil tumbuh sehat dan akhirnya bisa berjalan? Tidak hanya menggemaskan tapi juga membanggakan!
ADVERTISEMENT
Lantas, kapan bayi sudah mulai bisa berjalan? Jawabannya bisa berbeda-beda pada setiap anak. Tapi umumnya anak mulai bisa berjalan sambil berpegangan di usia 8 bulan. Kenapa 8 bulan? Sebab di usia tersebut umumnya kedua kaki bayi sudah cukup kuat menopang tubuhnya untuk berdiri dan berjalan, meski masih tertatih.
Tak hanya dari umur, sebenarnya kita juga ada beberapa ciri-ciri bayi akan segera berjalan yang bisa kita perhatikan. Apa saja?
Ciri-ciri Bayi Akan Segera Berjalan (91828)
Ilustrasi bayi belajar berjalan Foto: Shutter stock

5 Tanda Bayi Akan Segera Berjalan

1. Mencari Pegangan untuk Berdiri

Dilansir Healthline, bayi yang akan mulai berjalan umumnya akan mencari benda-benda kokoh di sekitarnya untuk menjadi pegangannya berdiri. Artinya otot-otot kaki dan koordinasi bayi kini sudah mulai baik.
ADVERTISEMENT
Selain itu, perhatikan apakah bayi mencoba untuk maju beberapa langkah meski tertatih? Jika ya, berarti dia siap untuk berjalan.

2. Berdiri Seperti Ingin Melompat

Mungkin Anda sering memergoki anak kedapatan sedang berdiri di atas sofa sambil menukik-nukik lulutnya seakan ingin melompat. Ini menjadi pertanda bahwa ia memiliki kepercayaan diri untuk bergerak lebih lagi seperti berjalan.
Untuk berjalan sendiri, bayi memang memerlukan self-efficacy untuk melakukan gerakan tersebut. Meskipun ini membuat Anda merasa khawatir, namun tugas Anda sebagai orang tua adalah tetap menjaganya agar tidak terjatuh.

3. Suka Berkeliling dengan Merambat

Jika Anda melihat bayi sedang berkeliling rumah sambil merambat atau berpegangan benda di sekitarnya, bersiaplah untuk melihat bayi berjalan dalam waktu dekat. Sebab kegiatan tersebut menunjukkan si kecil sedang mempelajari bagaimana caranya memindahkan beban dan keseimbangan sambil melangkah. Ini juga sebagai kesiapan si anak memiliki kemampuan untuk mendorong tubuhnya ke depan, Moms.
Ciri-ciri Bayi Akan Segera Berjalan (91829)
Bayi berjalan merambat Foto: Shutterstock

4. Bayi Lebih Sering Rewel

Siapa sangka ternyata bayi Anda yang akhir-akhir ini rewel dari biasanya bisa jadi pertanda bahwa ia siap untuk berjalan. Ya, sebab berjalan kaki adalah tonggak perkembangan besar yang seringkali disertai dengan lompatan perkembangan lainnya. Seperti otak dan tubuh bayi Anda mungkin bekerja dua kali lipat dari biasanya.
ADVERTISEMENT

5. Suka Berjalan dengan Bantuan

Cobalah untuk membelikannya mainan dorong seperti troli kecil atau mainan yang bisa berjalan dan memiliki pegangan. Hal ini bisa memotivasi anak untuk berjalan sambil menambah kecepatan.
Namun hindari pemberian baby walker ya. Menurut American Academy of Pediatrics, baby walker hanya akan membuat bayi cedera akibat terjatuh dari dudukan dan menimpa kepala dan lehernya terlebih dulu.
Ciri-ciri Bayi Akan Segera Berjalan (91830)
Ilustrasi bayi belajar berjalan dengan bantuan orang tua. Foto: Shutter Stock

Kapan Harus Khawatir?

Jika bayi Anda tidak mencapai tonggak fisik ini saat ulang tahunnya yang pertama, tak perlu khawatir, Moms. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan agar orang tua berbicara dengan dokter anak jika si kecil tidak bisa berjalan sama sekali pada usia 18 bulan dan tidak bisa berjalan stabil pada usia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
Jadi sebelum waktu tersebut tiba, setidaknya Anda masih memiliki waktu untuk mengenali tanda-tanda anak mulai berjalan. Selain itu, hindari juga menunda membantu anak berjalan, sebab itu bisa mengganggu perkembangan saraf si kecil atau bisa jadi tanda ia mengalami autisme.
Adapun penyebab bayi terlambat berjalan antara lain seperti mengalami displasia panggul, rakhitis atau tulang lemah, dan kondisi yang mempengaruhi otot seperti distrofi otot dan cerebral palsy.