Ciri-Ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan, Catat Risikonya
·waktu baca 3 menit

Secara umum, KB suntik 3 bulan merupakan pilihan kontrasepsi yang aman bagi wanita, termasuk pula ibu menyusui dan ibu dengan masalah jantung. Namun, beberapa wanita kadang menunjukkan ciri-ciri tidak cocok KB suntik 3 bulan.
Suntik KB termasuk alat kontrasepsi yang tingkat efektifitasnya mencapai 99%. Merujuk buku Pengendalian Penduduk Menuju Keluarga Sejahtera susunan Dr. Henni Febriawati, SKM, MARS dkk, hanya ditemukan 0,1-0,4 kehamilan dari 100 wanita yang memilih metode kontrasepsi ini.
Suntik KB bisa digunakan secara aman setelah 6 minggu persalinan. Anda hanya perlu mendatangi rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan suntikan hormon ini secara teratur.
Ciri-Ciri Tidak Cocok KB Suntik 3 Bulan
Dalam buku Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana susunan Anieq Mumthi’ah Al Kautzar dkk dijelaskan bahwa suntik KB artinya memasukkan hormon progesteron ke dalam tubuh wanita. Hormon tersebut mampu mencegah ovulasi atau pelepasan sel telur. Jika tidak ada sel telur di dalam tuba, artinya kehamilan tidak akan terjadi.
Hormon progesteron juga bisa membuat lendir di area serviks menjadi lebih kental. Dengan begitu, sperma tidak bisa melewatinya dan membuahi sel telur.
Cara kerja suntik KB cenderung cocok dengan banyak perempuan. Meski begitu, Anda tetap harus waspada terhadap efek samping yang ditimbulkan, sebab itu bisa jadi ciri-ciri Anda tidak cocok dengan metode ini.
Berikut beberapa gejala yang mungkin dialami oleh Moms jika tidak cocok dengan KB suntik 3 bulan:
Periode menstruasi yang tidak normal, atau tidak menstruasi sama sekali
Sakit kepala
Gelisah atau anxiety
Pusing
Jerawat
Perubahan nafsu makan
Pertambahan berat badan
Rambut rontok
Hilangnya kepadatan mineral tulang
Sakit perut
Kembung
Pendarahan terobosan
Kelelahan
Kurangnya minat terhadap seks
Depresi
Selain efek samping di atas, dalam laman NHS juga disebutkan bahwa metode kontrasepsi ini bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks. Tapi risiko ini sangat kecil dan akan semakin kecil setelah Anda berhenti memakainya.
Secara umum, efek samping suntik KB akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 bulan, karena tubuh sudah bisa beradaptasi dengan hormon progesteron. Namun, jika Anda merasa tidak nyaman dengan efek yang muncul, atau efeknya tidak kunjung hilang setelah 3 bulan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Pasalnya, itu bisa jadi tanda Anda tidak cocok dengan KB suntik 3 bulan.
Selain itu, jika Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri, gatal, pendarahan hebat di area suntikan, sakit perut, atau reaksi alergi lainnya, jangan ragu untuk segera ke dokter.
Hal lain yang perlu jadi catatan adalah terdapat kondisi yang membuat perempuan tidak boleh melakukan suntik KB. Mengutip laman WebMD, kondisi yang dimaksud meliputi pendarahan vagina tanpa penyebab yang jelas, penyakit hati (liver), kanker payudara, gumpalan darah, diabetes, riwayat depresi, riwayat serangan jantung atau stroke, serta osteoporosis.
Baca Juga: Pantangan Setelah KB Implan agar Kontrasepsi Bekerja Efektif
