Dampak Jika Bayi Sering Nonton TV

21 November 2022 15:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Victor Maschek/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Victor Maschek/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Televisi (TV) memang menjadi sarana hiburan yang paling mudah dijangkau dan dinikmati semua kalangan. Tak hanya bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan, tak sedikit orang tua yang membiarkan anaknya untuk nonton tv di tengah aktivitas sehari-harinya agar tidak bosan.
ADVERTISEMENT
Namun dikutip dari Mom Junction, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi tidak diberikan sesi screen time bila usianya masih di bawah 18 bulan. Sebab beberapa penelitian menunjukkan bahwa menonton tv secara teratur dapat berdampak buruk pada perkembangan dan kesehatan bayi dalam jangka waktu panjang. Apa saja?

Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi

Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Shinya nakamura/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Shinya nakamura/Shutterstock
Terlalu sering nonton tv dapat mempengaruhi perkembangan otak bayi. Selain masih terlalu dini untuk memahami gambar yang dilihat di tv, hal ini dapat membuat bayi mengabaikan aktivitas di dunia nyata. Misalnya, tidak tertarik untuk bermain dan bersosialisasi dengan orang lain.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Berisiko Alami Keterlambatan Bicara dan Bahasa

Menurut American Academy of Pediatrics, rata-rata orang tua berbicara 940 kata per jam saat bermain dengan si kecil. Namun jumlah kata tersebut akan berkurang menjadi 770 jika bayi sering diberikan tontonan tv. Akibatnya, pemahaman kata dan bahasa yang didengar oleh bayi menjadi lebih sedikit.
ADVERTISEMENT

Pengaruhi Kesehatan Mata

Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Frantisek Czanner/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menonton TV. Foto: Frantisek Czanner/Shutterstock
Anak-anak, termasuk bayi, cenderung lebih jarang berkedip daripada orang dewasa saat menonton tv. Menatap layar tv terus-menerus dapat menyebabkan sakit mata, mata merah, dan penglihatan kabur. Tak hanya itu, bayi akan sulit untuk fokus dengan objek yang jauh sehingga membutuhkan waktu beberapa jam untuk kembali menyesuaikan, hingga meningkatkan risiko bayi terkena miopi atau rabun jauh di usia kanak-kanak.

Menghambat Perkembangan Bayi

Menurut Frederick Zimmerman, Associate Professor of Health Services University of Washington, semakin sering bayi nonton tv, semakin sedikit pula waktu yang dimiliki untuk bermain. Padahal, aktivitas tersebut dapat melatih dan meningkatkan tonggak perkembangan bayi. Misalnya, memahami ekspresi wajah orang di sekitarnya, nada suara, hingga bahasa tubuh.
ADVERTISEMENT

Pengaruhi Kebiasaan Makan

Penelitian menunjukkan bahwa makan sambil nonton tv dapat mengganggu kemampuan otak untuk mewujudkan rasa kenyang sehingga si kecil bisa makan berlebihan. Di satu sisi, makan sambil nonton tv juga bisa membuat bayi tidak tertarik untuk makan karena lebih fokus pada layar televisi. Akibatnya, bayi berisiko mengalami malnutrisi dalam jangka waktu panjang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020