Kumparan Logo

Dampak Kesehatan Mental Bagi Suami Istri Jika Lama Tak Berhubungan Seks

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dampak Kesehatan Mental Bagi Pasutri Jika Tak Berhubungan Seks. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Dampak Kesehatan Mental Bagi Pasutri Jika Tak Berhubungan Seks. Foto: Shutterstock

Moms, hubungan seks suami istri yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang baik bagi tubuh, lho! Salah satunya terkait sistem kardiovaskular. Namun, tahukah Anda hubungan seks juga menyimpan segudang manfaat lain?

Meski memiliki banyak manfaat, hingga saat ini tak ada panduan yang menyebut berapa kali suami dan istri harus berhubungan seks dalam sepekan.

Dikutip dari Medical News Today, seberapa sering seseorang berhubungan seks secara alami berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada usia, fluktuasi dorongan seks dan status hubungan. Banyak orang menikmati hidup yang memuaskan tanpa pernah berhubungan seks.

Sebuah penelitian melihat data dari 17.744 orang di Amerika Serikat, 15,2% pria dan 26,7% wanita melaporkan tidak berhubungan seks dalam setahun terakhir. Sementara 8,7% pria dan 17,5% wanita melaporkan tidak berhubungan seks selama 5 tahun atau lebih.

Para penulis menyimpulkan bahwa orang Amerika (tanpa disebut jenis kelaminnya) melaporkan tingkat kebahagiaan yang sangat mirip dengan rekan mereka yang aktif secara seksual.

Efek pada tubuh

Ketika seseorang tidak berhubungan seks selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, mereka mungkin tidak melihat adanya efek samping fisik yang negatif pada kesehatan mereka.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks secara teratur dapat menghasilkan manfaat kesehatan tertentu, termasuk peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh, penurunan tekanan darah, tingkat stres yang lebih rendah, dan risiko kejadian kardiovaskular yang lebih kecil.

Orang mungkin mendapatkan beberapa manfaat fisiologis dari seks. Pada pria, kesehatan prostat bisa mendapatkan keuntungan dari ejakulasi. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa pria yang mengalami ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengalami ejakulasi 4-7 kali per bulan.

Bagi wanita, aktivitas seksual yang tinggi dapat memperkuat otot-otot dasar panggul yang menopang kandung kemih, meningkatkan fungsi kandung kemih dan mengurangi inkontinensia dan kebocoran.

Efek pada kesehatan mental

Moms, ada gagasan bahwa berhubungan seks secara teratur adalah bagian penting dari kesejahteraan emosional seseorang. Beberapa individu mungkin merasakan efek negatif pada kesehatan mental mereka. Sebaliknya, orang yang tidak merasakan hasrat seksual mungkin menganggap perasaan ini menyusahkan.

Tidak berhubungan seks saat menjalin hubungan bisa membuat seseorang merasa tidak aman atau cemas. Membicarakan emosi ini dapat membantu menghilangkan rasa tidak nyaman.

Bagi yang lain, berhubungan seks penting untuk kesehatan mental yang baik. Orang mungkin menjauhkan diri dari seks karena berbagai alasan, misalnya karena mereka memiliki dorongan seks yang rendah, aseksual atau hanya memilih untuk tidak melakukannya.

Penelitian melaporkan bahwa seks merupakan cara yang baik untuk menghilangkan stres. Hal itu akan berdampak ke kesehata mental. Menurut sebuah penelitian yang mensurvei 10.429 wanita dengan hasrat seksual rendah, 27,5% melaporkan bahwa hal itu membuat mereka tertekan.

Ilustrasi suami istri. Foto: Shutterstock

Efek pada hubungan

Banyak pasangan tetap bisa menjalin hubumgan romantis tanpa sering berhubungan seks. Namun, bagi beberapa pasangan lain, hubungan romantis bisa dibangun apabila memiliki intensitas seks yang tinggi.

Sebuah studi tahun 2015 melaporkan bahwa frekuensi seksual hanyalah indikator kesejahteraan ketika orang sedang menjalin hubungan. Mereka menemukan hubungan antara berhubungan seks seminggu sekali dan kepuasan hubungan yang lebih tinggi.

kumparan post embed

Bagi sebagian orang, seks dapat meningkatkan komunikasi dan perasaan kedekatan. Orang yang merasa seolah-olah tidak cukup berhubungan seks mungkin khawatir ada yang salah dengan hubungan mereka atau takut pasangannya tidak lagi tertarik pada mereka.

Dalam kasus ini, orang dapat mencoba metode lain untuk meningkatkan komunikasi dan keintiman. Berpelukan, berciuman, gerak tubuh yang penuh kasih sayang, dan saling terbuka dapat meningkatkan kesehatan suatu hubungan, terlepas dari apakah itu melibatkan aktivitas seksual atau tidak.