Dampak Memberi Anak Makanan saat Ia Terbangun Malam Hari

Daripada menghadapi si anak balita yang susah makan, tentu jadi kebahagiaan tersendiri kalau si kecil makannya tidak sulit ya, Moms.
Tapi bagaimana bila seringnya saat tidur malam hari, kemudian balita Anda terbangun karena lapar?
Menurut penelitian yang dilakukan University of Montreal, bila orang tua memberi balita makan maka bisa membuat ia kesulitan untuk tidur kembali, jam tidurnya kurang serta memicu ia untuk bermimpi buruk lho, Moms!
“Memberi anak makanan atau minuman memang cara yang efektif untuk menidurkan anak usia dini, tapi semakin lama cara ini tidak tepat,” ujarpimpinan riset tersebut, Valérie Simard.
Nah Moms, laman Science Daily juga menyebut bahwa pola tidur anak balita juga akan berlanjut sampai ia berusia 4-6 tahun, begitu pula dengan cara orang tua untuk menidurkan kembali anaknya.
Anda juga perlu mempertimbangkan dampak lainnya, jika Anda seringkali mengulang untuk memberi makan saat ia terbangun malam hari. Di antaranya, mengganggu kualitas tidur orang tuanya juga. Perlu diketahui Moms, bila Anda mengalami hal ini bersama balita terus-terusan, maka ini bukanlah gangguan tidur, melainkan kebiasaan yang buruk.
Tentu hal ini perlu diubah. Coba cek lagi keadaannya sebelum tidur, mungkin ia belum cukup kenyang. Sebaiknya Anda memberinya makan dengan cukup, agar anak dapat bisa dan terbiasa dengan keteraturan, yakni bahwa ada waktu-waktu tersendiri untuk makan, bermain dan tidur dengan nyaman.
