Kumparan Logo

Dampak pada Tubuh Bila Suami Istri Lama Tidak Berhubungan Seks

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock

Bagi pasangan yang baru menikah, berhubungan seks biasanya jadi aktivitas yang menyenangkan dan penuh gelora. Namun, seiring bertambahnya usia pernikahan, frekuensi bercinta dengan pasangan mungkin tidak sesering dulu, bahkan aktivitasnya saja bisa terhenti selama beberapa bulan karena beberapa faktor.

Misalnya saja karena kesibukan menjalani peran sebagai orang tua, kurangnya waktu me time bersama pasangan, faktor usia, pola hidup, dan sebagainya. Meski begitu, sebisa mungkin Anda tetap harus menyempatkan waktu untuk me time dengan suami dan bercinta dengannya. Sebab, selain memengaruhi keharmonisan hubungan rumah tangga, lama tidak berhubungan seks dengan suami ternyata juga ternyata bisa menimbulkan reaksi terhadap tubuh Anda dan suami, Moms.

Dikutip dari The Healthy, berikut adalah 6 hal yang bisa terjadi pada tubuh jika Anda dan suami tidak berhubungan seks dalam kurun waktu yang lama.

Ilustrasi lama tidak berhubungan Seks Suami Istri Foto: Shutterstock

6 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh Bila Sudah Lama Berhubungan Seks

1. Gairah Seks Berubah

Terapis seks bersertifikat di Amerika, Sari Cooper, mengatakan dampak dari berhenti berhubungan seks dalam waktu yang lama bisa dilihat dari faktor usia dan jenis kelamin. Sebagai permulaan Anda mungkin akan kehilangan gairah seks, tapi kemudian gairah seks jadi semakin menggebu, Moms.

"Bagi beberapa orang yang menahan diri dari seks, mereka mulai merasa lebih lesu dan berkurangnya vitalitas. Mungkin hal tersebut tidak terlihat dari fisik, tapi bisa Anda rasakan sendiri. Sebab tubuh berusaha keras mengabaikan hasrat seksual," ujarnya.

2. Terus-Menerus Merasa Sedih

Berhubungan seks tak hanya soal fisik, tapi juga mental. Anda dan pasangan yang berhenti berhubungan seks bisa merasakan dampaknya dari kedua hal tersebut. Ketika seseorang berhubungan seksual mereka biasanya melakukan kontak kulit ke kulit dan kontak semacam ini adalah cara utama kita sebagai manusia untuk mendapatkan kenyamanan.

"Hubungan seksual memberi pasangan banyak sentuhan dan sentuhan kulit-ke-kulit dan dapat membantu mengatur suasana hati satu sama lain melalui pelepasan hormon oksitosin yang membuat perasaan nyaman," kata Dr Lauren Streicher, seorang penulis buku Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever.

Ia juga mengatakan seks dapat membantu meningkatkan semangat Anda melalui endorfin yang meningkatkan suasana hati. Karena tidak mendapatkan manfaat dari hal tersebut, Anda mungkin cenderung jadi mudah merasa sedih dan bahkan bisa sampai depresi.

Ilustrasi vagina kering Foto: Shutterstock

3. Vagina Kering

Bagi seseorang yang sudah mulai pre-menopause, vagina bisa saja sulit dilumasi ketika Anda ingin berhubungan intim lagi. Hal ini disebabkan oleh penipisan dinding vagina karena berkurangnya hormon estrogen.

"Pelumasan vagina berkurang seiring bertambahnya usia, dan jika Anda tidak berhubungan seks dengan pasangan, pelumasan bisa berkurang lebih cepat," kata Cooper.

Selain itu, tanpa frekuensi hubungan seks yang teratur, seiring bertambahnya usia, dinding vagina Anda menipis dan bisa menyebabkan seks yang seharusnya menyenangkan menjadi menyakitkan.

kumparan post embed

4. Stres Meningkat

Beberapa orang cenderung berhubungan seks untuk melepas stres. Jika hal itu tidak lagi dilakukan oleh Anda dan suami, bisa dibayangkan seperti apa peningkatan stres And dan pasangan. Sebuah studi kecil dari Skotlandia bahkan menunjukkan bahwa reaktivitas tekanan darah terhadap stres lebih rendah pada orang yang rutin berhubungan seks dibandingkan mereka yang tidak melakukan hubungan seksual lagi.

5. Kemampuan Otak Berkurang

Anda mungkin tidak benar-benar kehilangan kecerdasan Anda, tetapi harus diakui bahwa berhubungan seks bisa memengaruhi kognisi kita, Moms. Pasangan yang melakukan aktivitas seksual yang lebih teratur bisa mendapatkan skor tinggi pada tes yang mengukur keterampilan verbal dan spasial mereka, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journals of Gerontology. .

Selain itu, orang yang cenderung aktif dalam hal seksualitas, bisa mendapatkan skor lebih tinggi pada tes kognitif dibandingkan mereka yang tidak berhubungan seks baru-baru ini. Para peneliti berpikir peningkatan otak mungkin ada hubungannya dengan hormon yang dilepaskan saat berhubungan seks.

6. Kondisi Fisik Melemah

Meskipun hanya beberapa kelompok saja seperti wanita yang mengalami menopause, mungkin efek panjang dari tidak berhubungan seks adalah kondisi fisik yang tidak sebaik sebelumnya.

kumparan post embed