Kumparan Logo

Dampak Pelecehan Emosional pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak korban pelecehan emosional. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak korban pelecehan emosional. Foto: Shutterstock

Pelecehan emosional atau kekerasan emosional didefinisikan sebagai tindakan perilaku dan ucapan dari orang tua, pengasuh, lingkungan, atau orang lain di sekeliling yang berdampak pada kesehatan mental anak. Hal ini sangat mungkin terjadi di segala situasi, sehingga Anda perlu berhati-hati saat memilih lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Dikutip dari Mom Junction, pelecehan emosional dapat terjadi dalam bentuk penolakan, pengabaian, mengkritik, mempermalukan, dan memanipulasi hasil karya atau usahanya. Lalu, seperti apa dampaknya pada anak?

kumparan post embed

5 Dampak Pelecehan Emosional yang Bisa Terjadi pada Anak

1. Masalah kognitif

Ilustrasi kesulitan belajar pada anak. Foto: Shutter Stock

Pelecehan emosional pada usia dini dapat berdampak pada perkembangan kognitif anak. Bila tidak segera diatasi, hal ini dapat merusak memori kerja dan fleksibilitas kognitif mereka. Ya, anak-anak berisiko mengalami gangguan belajar dan penurunan konsentrasi, sehingga mempengaruhi hasil akademik dan kepercayaan dirinya.

2. Masalah sosial dan perilaku

Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock

Pelecehan emosional yang terjadi berulang akan mengubah sikap anak dalam berperilaku sosial. Misalnya pada usia kanak-kanak si kecil mungkin akan menuntut perhatian terus-menerus. Kemudian setelah remaja mereka mungkin merasa kesepian dan terlibat dalam perilaku kriminal seperti penyalahgunaan narkoba, mencuri, dan bersikap agresif. Tak hanya itu, korban pelecehan emosional juga cenderung melecehkan orang lain secara emosional, termasuk pada anak-anak.

3. Gangguan emosional

Ilustrasi anak marah. Foto: Shutter Stock

Sebagian besar anak yang mengalami pelecehan emosional kerap berperilaku agresif dan sulit diajak berkomunikasi. Hal ini disebabkan karena ketidakstabilan emosional, hingga membuat manajemen emosi menjadi sulit.

4. Mudah tersinggung

Ilustrasi anak korban pelecehan emosional. Foto: Shutterstock

Anak yang mengalami pelecehan emosional dapat menjadi mudah tersinggung dan cemas. Akibatnya, mereka sangat mudah terbawa dalam isolasi sosial, emosi negatif, sampai sering merasa takut, bersalah, dan malu. Anak juga bisa menjadi depresi dan mengembangkan pikiran destruktif terhadap diri sendiri dan orang lain.

5. Kehilangan nafsu makan

Ilustrasi anak susah makan. Foto: Littlekidmoment/Shutterstock

Pelecehan emosional berulang juga meningkatkan risiko gangguan makan pada anak. Ya Moms, hal ini termasuk salah satu jenis kesehatan mental di mana anak mengalami pola makan tidak menentu, seperti kehilangan nafsu makan dan selektif memilih makanan. Akibatnya, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan, dan status gizi anak menjadi terganggu.