Kumparan Logo

Dampak Sering Makan Makanan Cepat Saji untuk Kesehatan Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi junk food Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi junk food Foto: dok.Shutterstock

Beberapa sangat menyukai makanan cepat saji atau fast food. Ya Moms, makanan cepat saji seperti burger, pizza, dan kentang goreng cenderung memiliki rasa yang gurih.

Padahal, makanan cepat saji memiliki sedikit nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sementara kandungan lemak jenuh dan natriumnya cukup tinggi, sehingga bisa mengganggu kesehatan si kecil, Moms.

Ilustrasi anak makan fast food. Foto: Shutter Stock

Apakah si kecil sangat menyukai makanan cepat saji? Dikutip dari Healthdirect Australia, berikut beberapa efek samping makanan cepat saji untuk kesehatan anak.

8 Efek Samping Makanan Cepat Saji untuk Kesehatan Anak

1. Tekanan darah meningkat

Natrium dalam garam bisa meningkatkan tekanan darah anak, sehingga menyebabkan sistem peredaran darah yang lemah.

2. Kelelahan

Makanan cepat saji umumnya mengandung karbohidrat dan protein dengan jumlah sedikit. Akibatnya, si kecil cepat mengalami kelelahan, lemas, lesu, sampai menghambat aktivitas fisik sehari-harinya.

Ilustrasi anak lemas. Foto: Shutterstock

3. Kecerdasan emosional menurun

Salah satu perubahan besar yang bisa terjadi di dalam tubuh anak usia 6-12 tahun adalah ketidakseimbangan hormon. Kondisi itu menyebabkan anak mengalami perubahan suasana hati dan masalah perilaku. Bahkan, beberapa anak yang kecanduan makanan cepat saji kerap mengalami depresi.

4. Penyakit ginjal

Natrium tinggi dalam makanan cepat saji bisa menyebabkan retensi air di dalam tubuh anak. Retensi cairan itu bisa menyebabkan masalah pada fungsi ginjal si kecil, Moms.

5. Diabetes

Selain makanan, beberapa minuman bersoda dan tinggi gula dapat meningkatkan risiko kegagalan fungsi sekresi insulin. Jika hal itu terjadi, anak berpotensi mengalami diabetes tipe 2, dan bisa berlanjut hingga usia dewasa.

Ilustrasi anak obesitas Foto: Shutterstock

6. Obesitas

Menumpuknya lemak makanan cepat saji dapat memicu anak jadi kurang berenergi dan beraktivitas. Akibatnya, anak berisiko mengalami obesitas dan penyakit jantung. Kondisi ini pun juga bisa mengganggu kesehatan mental anak karena jadi kurang percaya diri.

7. Gangguan pencernaan

Makanan cepat saji umumnya memiliki lebih sedikit nutrisi alami seperti serat. Sehingga, anak berisiko sembelit, mengalami gangguan pergerakan usus, hingga kanker usus besar di usia lanjut.

8. Menghambat pertumbuhan tulang dan gigi

Makanan cepat saji bisa menyebabkan anak kelebihan berat badan di bagian paha dan pinggul. Akibatnya, mereka rentan mengalami osteoporosis. Kandungan gula yang tinggi di dalam makanan cepat saji juga dapat menyebabkan kerusakan gigi permanen, Moms.