Diet saat Menyusui, Apa yang Harus Dimakan?
ยทwaktu baca 2 menit

Banyak ibu menyusui yang ingin segera menurunkan berat badannya setelah melahirkan. Misalya dengan melakukan diet.
Tapi di sisi lain, mereka mungkin juga khawatir jika diet yang dijalani akan mempengaruhi produksi ASI. Padahal tidak perlu seperti itu, lho. Hal ini dijelaskan oleh Joy Anderson AM B.Sc. Postgrad.Dip.Diet. APD IBCLC, seorang konselor menyusui yang juga pakar dalam bidang diet sehat dari Australia seperti dikutip dari laman Dietetics and Lactation.
Ya Moms, menurut Joy, produksi ASI tidak akan terganggu bila ibu menyusui tahu cara diet yang aman untuk kesehatannya sendiri dan juga bayi. Antara lain dengan memahami apa-apa saja yang sebaiknya dikonsumsi bila ingin menjalani diet saat menyusui.
Yang Perlu Dikonsumsi Bila Ibu Diet saat Menyusui
Seorang ahli diet berlisensi di New York, Jillian Kubala, MS, RD, menjelaskan di laman Healthline, ada dua kelompok nutrisi yang tetap perlu dipenuhi saat ibu menyusui menjalani diet. Sehingga, meski ibu menyusui mengurangi porsi makannya sehari-hari, asupan nutrisinya tetap sesuai kebutuhan.
Nah Moms, berikut ini adalah pembagian nutrisi kelompok 1 dan 2 lengkap dengan sumber makanannya:
Nutrisi kelompok 1
Vitamin B1 (Thiamin): Ikan, babi, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buncis.
Vitamin B2 (Riboflavin): Keju, almond, kacang-kacangan, daging merah, ikan berminyak, dan telur.
Vitamin B6: Buncis, kacang-kacangan, ikan, unggas, kentang, pisang, dan buah kering.
Vitamin B12: Kerang, hati, yogurt, ikan berminyak, ragi nutrisi, telur, kepiting, dan udang.
Kolin: Telur, hati sapi, hati ayam, ikan, dan kacang tanah.
Vitamin A: Ubi jalar, wortel, sayuran berdaun gelap, jeroan, dan telur.
Vitamin D: Minyak hati ikan kod, ikan berminyak, dan beberapa jenis jamur.
Selenium: Makanan laut, kalkun, gandum utuh, dan biji-bijian.
Yodium: Rumput laut kering, ikan cod, susu, dan garam beryodium.
Nutrisi kelompok 2
Folat: Kacang-kacangan, lentil, sayuran hijau, asparagus, dan alpukat.
Kalsium: Susu, yogurt, keju, dan sayuran hijau.
Zat besi: Daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah kering.
Seng: Tiram, daging merah, unggas, kacang-kacangan, dan susu.
Meski begitu, ibu menyusui tetap perlu berhati-hati saat mengkonsumsi daftar makanan di atas. Perhatikan selalu kondisi si kecil dan segera hentikan konsumsi jenis makanan tertentu bila menemui tanda-tanda alergi pada bayi.
Lebih baik lagi bila ibu menyusui berkonsultasi terlenih dulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk melakukan diet.
