Kumparan Logo

Diskusi soal Pengalaman Tinggal Bareng Mertua vs Rumah Sendiri di Mom's Meet Up

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
15
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana acara kumparanMOM: Mom's Meet Up dengan tema Tinggal di Rumah Mertua v.s Rumah Sendiri di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru pada Minggu (26/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana acara kumparanMOM: Mom's Meet Up dengan tema Tinggal di Rumah Mertua v.s Rumah Sendiri di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru pada Minggu (26/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ada beberapa pasangan yang memilih untuk tinggal di rumah sendiri setelah menikah, namun tidak sedikit pula yang masih tinggal di rumah orang tua atau mertua.

Memilih untuk tinggal bersama mertua atau di rumah sendiri setelah menikah tentu punya plus minus masing-masing. Itu lah kenapa di episode kedua Moms's Meet Up yang diselenggarakan di Beranda Kitchen Jakarta Selatan, Minggu (26/6), kumparanMOM menyelenggarakan acara offline dengan tema Tinggal Bareng Mertua vs Rumah Sendiri.

Mom's Meet Up sendiri hadir untuk menjadi wadah aman bagi para ibu berbagi cerita dan berdiskusi secara intim mengenai segala tantangan atau permasalahan yang dihadapi setiap harinya.

Di edisi kedua ini ada 32 ibu dari berbagai latar belakang yang sudah mendaftar dan terpilih mengikuti sesi Mom's Meet Up. Selain itu, hadir pula ibu dua anak yang berprofesi sebagai Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, ada pula penyanyi yang juga ibu tiga anak, Widi Mulia, serta acara dipandu oleh Chief of kumparanMOM, Prameshwari Sugiri.

Semua ibu yang hadir di diskusi intim ini bebas bercerita seputar keuangan keluarga atau bahkan memberikan saran dan dukungan kepada ibu lainnya.

Diskusi soal Tinggal Bareng Mertua vs Rumah Sendiri

Suasana acara kumparanMOM: Mom's Meet Up dengan tema Tinggal di Rumah Mertua v.s Rumah Sendiri di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru pada Minggu (26/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut psikolog Anna Surti Ariani atau yang akrab disapa Nina, tinggal bareng mertua atau pun tinggal di rumah sendiri sebenarnya sama-sama punya plus minus. Tinggal bareng mertua memang rentan menimbulkan konflik. Permasalahannya pun bisa beragam, mulai dari masalah anak, hingga ke masalah dengan saudara ipar.

"Ada beberapa permasalahan yang muncul kalau tinggal sama yang tidak satu darah. Ternyata masalah mertua dan menantu, kalau tinggal serumah, bisa berdampak pada masalah relasi suami istri dan orang tua anak," jelas Nina.

Bila saat ini tinggal di rumah sendiri, menurut Nina, kita juga tidak boleh lupa, bahwa orang tua dan mertua usianya sudah tidak muda lagi. Sehingga, bisa saja suatu hari nanti, mertua akan tinggal bersama lagi, Moms.

Suasana acara kumparanMOM: Mom's Meet Up dengan tema Tinggal di Rumah Mertua v.s Rumah Sendiri di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru pada Minggu (26/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Kalau misalnya sudah tinggal sendiri, kayaknya sudah bebas enggak bakal ada masalah. Tapi bisa saja, misal salah satu mertua meninggal, akhirnya mertua tinggal sama kita," tambah Nina.

Widi Mulia pun berbagi cerita saat pernah tinggal bersama mertua setelah nikah. Menurutnya, sang mertua ingin agar anak dan menantunya punya tempat tinggal yang nyaman setelah menikah.

"Mertua aku punya prinsip, mengupayakan memberikan tempat tinggal untuk menantu. Waktu itu aku beruntung sudah awal nyicil rumah. Jadi aku punya pilihan dua. Aku dapat tempat tinggal yang aman, tapi aku punya opsi," kata Widi.

Menurut Widi, sebenarnya di mana pun kita tinggal, memang akan selalu ada konflik. Jadi, masih kata Widi, kita perlu menciptakan ruang aman dan nyaman di mana pun kita berada.

kumparan post embed

Ibu tiga anak berinisial TN juga berbagi cerita soal suaminya yang merasa kurang nyaman tinggal bersama mertua. Sebab, mertua sering ikut campur, terutama dalam pengasuhan anak.

"Saya tinggalnya sama orang tua. Suami yang tertekan. Kalau aku sih merasa nyaman karena orang tua jagain anak. Dari pendidikan, makan, yang ngurus orang tua saya. Jadi kayak anak aku tuh anak neneknya. Suami jadi keberatan. Jadi kenapa kakek nenek yang ngurus. Aku jadi bingung di pihak orang tua atau suami? Harus bagaimana?" jelas TN.

Terkait masalah di atas, beberapa ibu memberikan tips untuk menghadapi konflik serupa. Misalnya saja Ibu SD yang juga tinggal bersama kakaknya dalam satu rumah.

"Aku tinggal sama kakakku yang single parent. Satu sisi enak anak ada yang jagain. Untuk hal-hal yang enggak enak pasti ada juga. Tapi saya berprinsip, kita masing-masing. Saya enggak mencampuri urusan kakak saya, kakak saya enggak mencampuri urusan saya," jelas ibu berinisial SD.

Suasana acara kumparanMOM: Mom's Meet Up dengan tema Tinggal di Rumah Mertua v.s Rumah Sendiri di Beranda Kitchen, Kebayoran Baru pada Minggu (26/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menanggapi cerita di atas, Nina sepakat bahwa meski tinggal bersama mertua atau ipar, Anda tetap perlu punya batasan.

"Harus jelas kapan boleh ikut campur, kapan tidak boleh. Diomongin. Karena ini rentan bikin canggung.Paling enggak kita bisa tanya kejelasan ke suami atau yang lebih mengenal ibu mertua agar jadi satu kejelasan. Kalau soal pengasuhan, itu anaknya suami istri. Perlu disepakati, kapan diasuh kakek nenek kapan memang yang jadi tanggung jawab orang tuanya," jelas Nina.

Nah, itu tadi beberapa pembahasan menarik seputar tinggal bareng mertua vs rumah sendiri di acara Mom's Meet Up edisi perdana. Yuk, ikutan Mom's Meet Up edisi berikutnya dengan tema yang tidak kalah menarik, Moms. Nantikan informasi pendaftarannya di artikel dan sosial media kumparanMOM.