Kumparan Logo

Dokter: Hampir Semua Penyakit Anak Sebabkan Gangguan Ginjal Akut

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock

Beberapa waktu terakhir cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada obat sirop membuat orang tua sangat was-was. Apalagi, beberapa jenis obat yang tercemar adalah obat-obatan untuk anak. Hal ini pun dipicu karena terjadi gangguan ginjal akut progresif atipikal yang mayoritas pasiennya adalah usia balita.

Meski demikian, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) telah mengumumkan daftar obat sirop yang aman untuk digunakan sesuai aturan pakai. Artinya, obat-obatan tersebut telah memenuhi standar farmakope atau acuan industri farmasi dan memenuhi ambang batas aman yang ditetapkan untuk kadar cemaran ED atau DEG.

“Hingga saat ini, Badan POM telah mengumumkan 294 produk obat sirop yang dinyatakan aman untuk dikonsumsi asalkan mengikuti aturan pakai,” kata Dokter Spesialis Anak, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A, saat Talkshow Forum Combiphar Health Desk, Kamis (24/11).

Ilustrasi Anak minum obat sirop. Foto: GOLFX/Shutterstock

Lebih lanjut, dr. Denta berharap, setelah pengumuman daftar obat sirop yang aman dari BPOM ini bisa meningkatkan kepercayaan dan meredakan kekhawatiran orang tua untuk memberikan obat sirop pada anak sesuai dengan anjuran dokter.

Penyakit yang Bisa Sebabkan Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Ya Moms, dr. Denta menjelaskan bahwa gangguan ginjal sebenarnya bukan hanya disebabkan oleh penggunaan obat-obatan yang tidak tepat, melainkan juga beberapa penyakit yang umum maupun kronis pada anak. Artinya, hampir semua penyakit yang terjadi pada anak dapat berisiko menyebabkan gangguan ginjal akut.

“Hampir semua anak yang ketika dirawat di rumah sakit punya risiko sangat tinggi untuk mengalami gangguan ginjal,” jelas dr. Denta.

Ilustrasi anak sakit. Foto: TinnaPong/Shutterstock

Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai orang tua adalah dehidrasi, infeksi, autoimun, keracunan, gangguan pernapasan, hingga trauma atau perdarahan hebat yang dapat menyebabkan fungsi ginjal menurun.

“Anak dan bayi sangat rentan dehidrasi, jadi kalau minumnya kurang tidak kencing, itu bisa merusak ginjal, infeksi juga seperti gangguan pernapasan, pneumonianya berat punya risiko tinggi menjadi gangguan ginjal akut,” tutur dr. Denta.

Ilustrasi anak sakit kepala karena dehidrasi. Foto: Shutterstock

Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan dan mewaspadai gejala gangguan ginjal akut pada anak. Beberapa di antaranya adalah:

  • Infeksi saluran cerna, seperti diare dan muntah

  • Demam selama 3-5 hari

  • Batuk dan pilek yang tak kunjung usai

  • Gangguan saluran pernapasan, seperti sesak napas dan jantung berdebar

  • Jumlah urine semakin sedikit atau tidak buang air kecil sama sekali

  • Bengkak di kelopak mata dan perut

  • Kejang hingga penurunan kesadaran

Bila hal itu terjadi pada si kecil, segera bawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dan diagnosis yang dilakukan oleh dokter akan digunakan untuk menentukan perawatan yang tepat dilakukan.