Kumparan Logo

Efek Samping Telat Suntik KB 3 Bulan yang Perlu Diperhatikan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi KB suntik 3 bulan. Foto: Doucefleur/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi KB suntik 3 bulan. Foto: Doucefleur/Shutterstock

Efek samping telat suntik KB 3 bulan berpengaruh pada tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan. Ya Moms, suntik KB sebenarnya termasuk metode kontrasepsi yang tingkat efektivitasnya tinggi, yakni 99% jika dilakukan sesuai jadwal.

Suntik KB mengandalkan hormon progestin dalam mencegah kehamilan. Hormon tersebut berfungsi menghentikan ovulasi, yakni proses pelepasan sel telur yang sudah matang ke tuba falopi. Jika tidak ada sel telur di dalam tuba, tidak akan ada yang bisa dibuahi sperma.

Hormon progestin juga dapat membuat lendir serviks menjadi lebih kental, sehingga sperma tidak dapat berenang menuju sel telur. Lapisan rahim pun berubah menjadi lebih tipis dan mengakibatkan kehamilan sulit terjadi.

Efek Samping Telat Suntik KB 3 Bulan

Ilustrasi KB suntik 3 bulan. Foto: areeya_ann/Shutterstock

Telat melakukan suntik KB akan menurunkan tingkat efektivitasnya, dan hal itu bisa meningkatkan peluang kehamilan. Namun, hal ini tergantung pada seberapa terlambat suntikannya.

Idealnya, suntik KB dilakukan paling cepat 10 minggu setelah suntikan sebelumnya, dan paling lambat 15 minggu. Jika Anda melakukan suntikan setelah 15 minggu, harus ada tindakan pencegahan ekstra yang dilakukan.

Hindari hubungan badan di minggu pertama suntikan. Jika ingin melakukannya, sebaiknya gunakan metode kontrasepsi darurat, seperti kondom. Selain itu, sebelum melakukan suntik lanjutan, sebaiknya lakukan tes kehamilan terlebih dahulu.

Efek Samping Penggunaan Suntik KB 3 Bulan

Ilustrasi suntik kb 3 bulan. Foto: JPC-PROD/Shutterstock

Menurut Planned Parenthood, suntik KB 3 bulan mengandung hormon yang menimbulkan efek samping tertentu. Meski begitu, efek ini mungkin tidak akan dirasakan setiap orang. Berikut ini beberapa efeknya:

  • Periode menstruasi tidak teratur

  • Volume darah haid lebih banyak dari biasanya

  • Depresi

  • Mual

  • Pusing

  • Jerawat

  • Perubahan nafsu makan

  • Kenaikan berat badan

  • Tumbuh rambut secara berlebihan di wajah dan area tubuh lainnya

  • Rambut rontok

  • Sakit perut

  • Kembung

  • Kelelahan

  • Kurang tertarik pada seks

  • Sedikit memar di area suntikan

  • Reaksi alergi (jarang terjadi)

Perubahan pada siklus menstruasi merupakan efek samping yang paling umum dirasakan pengguna. Menurut WebMD, beberapa wanita mungkin akan berhenti menstruasi sama sekali. Namun, tak perlu khawatir sebab ini adalah hal yang wajar.

Periode menstruasi akan kembali normal setelah penggunaan kontrasepsi ini dihentikan. Nah, efek samping yang lain biasanya akan hilang setelah 2-3 bulan, ketika tubuh sudah beradaptasi dengan hormon dalam suntik KB.

Selain efek yang samping yang sudah disebutkan di atas, suntik KB juga bisa menyebabkan hilangnya kepadatan mineral tulang jika digunakan dalam jangka panjang. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami osteoporosis.

Risiko osteoporosis akan makin tinggi jika Anda memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga, mengonsumsi alkohol, merokok, dan sudah menggunakan suntik KB selama lebih dari 2 tahun.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri, gatal, pendarahan di tempat suntikan, serta gejala lain yang mengganggu aktivitas harian ini.

Baca Juga: Apakah Bisa Suntik KB Tapi Belum Haid? Pahami Ketentuannya