Mom
·
22 Februari 2021 17:15

Es Krim Tidak Baik untuk Anak, Mitos atau Fakta?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Es Krim Tidak Baik untuk Anak, Mitos atau Fakta?  (89210)
Ilustrasi anak makan es krim. Foto: shutter stock
Es krim adalah salah satu jenis makanan yang umumnya disukai anak. Maklum saja, tidak banyak anak yang akan menolak makanan dengan tekstur yang lembut dan dingin, dengan cita rasa manis nan creamy.
ADVERTISEMENT
Namun sebagian orang tua kerap bimbang saat anak minta makan es krim. Mereka merasa perlu membatasi karena meyakini es krim tidak baik untuk anak bahkan dapat membuat anak sakit.
Sementara sebagian lagi justru menganggap es krim sebagai salah satu asupan sehat yang bisa jadi pengganti bila anak malas makan.
Mana yang benar, ya? Mana yang mitos dan mana yang fakta?

Fakta Soal Sehat Tidaknya Es Krim untuk Anak

Es Krim Tidak Baik untuk Anak, Mitos atau Fakta?  (89211)
Ilustrasi anak makan es krim. Foto: shutter stock
Dalam jurnal American Medical Association (AMA) dijelaskan, susu adalah sumber kalsium dan protein yang baik untuk anak. Lemak di dalam susu penting terutama bila si kecil mengkonsumsi susu jenis whole milk.
AMA juga menyarankan anak di bawah dua tahun tidak boleh berdiet rendah lemak. Pasalnya, anak harus mendapat 50% dari total kalori per hari dari lemak untuk tumbuh sehat dan berkembangnya otak. Kalau sampai asupan lemak dibatasi, dikhawatirkan kalori-kalori yang hilang akan menghambat optimalnya pertumbuhan anak.
ADVERTISEMENT
Setelah usia 2 tahun, baru lah konsumsi lemak anak perlu dikurangi. Di usia 5 tahun misalnya, idealnya hanya sekitar 30% dari kalori per hari yang dikonsumsi anak yang berasal dari lemak.
Jadi, bila mengacu pada panduan AMA, es krim yang terbuat dari susu boleh sesekali diberikan pada anak.

Es Krim Tidak untuk Anak di Bawah 1 Tahun

Es Krim Tidak Baik untuk Anak, Mitos atau Fakta?  (89212)
Es Krim Tidak untuk Anak di Bawah 1 Tahun Foto: Shutter Stock
Meski boleh diberikan pada anak, jangan memberi es krim yang mengandung susu pada bayi atau anak yang berusia kurang dari 1 tahun ya, Moms!
Mengutip Mom Junction, kendati susu yang digunakan pada kebanyakan es krim sudah dipasteurisasi sehingga bebas bakteri, namun bayi masih memiliki sistem pencernaan yang sensitif pada protein yang terkandung dalam susu atau pada bahan lain yang terkandung dalam es krim.
ADVERTISEMENT
Es krim belum yang dibuat dari susu murni (whole milk) juga tidak baik untuk diberikan pada bayi di bawah 1 tahun lantaran dapat berisiko menimbulkan masalah pencernaan.
Selain itu, bahan-bahan lain seperti lemak, gula, pengawet, pewarna, dan perasa buatan yang terkandung dalam es krim juga tidak cocok untuk dikonsumsi bayi.

Porsi Es Krim yang Aman untuk Anak

Es Krim Tidak Baik untuk Anak, Mitos atau Fakta?  (89213)
Porsi Es Krim yang Aman untuk Anak Foto: shutter stock
Bila anak sudah berusia 1 tahun atau lebih, orang tua sebaiknya juga tidak memberikan satu porsi es krim berukuran besar pada anak. Berikan si kecil 1-2 sendok es krim saja dan tidak lebih dari satu kali seminggu karena terlalu banyak makan es krim yang manis juga dapat merusak giginya.
Orang tua juga perlu paham, banyak produk es krim yang tinggi kalori sehingga tidak cocok jadi makanan atau camilan untuk anak.
ADVERTISEMENT
“Camilan yang baik adalah camilan yang kalori, gula, garam yang tidak terlalu tinggi serta masih sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak. Pemilihan camilan yang baik untuk anak adalah hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan orang tua,” ungkap dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) dalam acara Konferensi Pers “Pentingnya Memilih Cemilan Baik untuk Tumbuh Kembang Anak” secara virtual, pada Januari lalu.
Lebih lanjut dr.Attila menjelaskan, secara umum, anak-anak dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil sebanyak lima kali sehari dengan pembagian; 3 kali makan utama dan 2 kali makanan ringan atau camilan sehat.
Sementara menurut Panduan Diet Sehat dari laman WHO, jumlah ideal kalori untuk asupan camilan sehari-hari adalah 330 kkal —dibagi menjadi 2 kali makan. Nah Moms, bila hendak memberi es krim untuk anak jangan lupa baca label dan cek dulu berapa kalorinya. Pastikan sesuai dengan jumlah ideal untuk si kecil, ya!
ADVERTISEMENT