Kumparan Logo

Fase Laten Dalam Persalinan, Apa Maksudnya? Ibu Hamil Perlu Tahu!

kumparanMOMverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fase Laten Dalam Persalinan, Apa Maksudnya? Ibu Hamil Perlu Tahu! Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Fase Laten Dalam Persalinan, Apa Maksudnya? Ibu Hamil Perlu Tahu! Foto: Freepik

Ada beberapa hal yang perlu dipahami ibu hamil menjelang persalinan. Salah satunya adalah mengetahui soal fase-fase dalam persalinan, seperti fase laten. Pernah dengar, Moms?

Ya, fase laten sering juga disebut sebagai fase awal di mana saat ini serviks mulai menipis dan melunak sebelum akhirnya melebar dan timbul kontraksi. Selama fase laten ini, Anda akan mulai merasakan kontraksi karena otot di dinding rahim mulai bekerja.

Mengutip Tommy’s Pregnancy Hub, kontraksi di fase laten ini tidak teratur dan frekuensi, kekuatan, hingga lamanya kontraksi sangat bervariasi. Bahkan, bisa saja kontraksi benar-benar berhenti.

Cara Mengetahui Fase Laten Jelang Persalinan

Cara Mengetahui Fase Laten Jelang Persalinan Foto: Freepik

Ibu hamil akan mengalami kontraksi ringan hingga sedang yang berlangsung selama 30 hingga 45 detik--meskipun bisa jadi lebih pendek, dan mungkin tidak teratur. Kontraksi juga mungkin akan muncul setiap 20 menit dan menjadi semakin intens, tetapi masih belum konsisten.

Mengutip What to Expect, saat fase laten ini, mungkin ibu hamil tidak akan merasakan kontraksi selama dua hingga enam jam menuju persalinan. Ada juga yang merasakan kontraksi terus menerus selama beberapa hari hingga minggu. Namun, ada juga yang tidak merasakan kontraksi.

kumparan post embed

Saat fase laten, ibu hamil biasanya akan merasakan sakit punggung yang konstan setiap kontraksi datang. Ibu hamil juga mungkin merasakan kram seperti menstruasi, lalu merasa ada tekanan di perut bagian bawah, gangguan pencernaan, diare, dan ada sensasi hangat di perut.

Fase laten juga membuat lendir seperti darah keluar dari vagina dan ada juga beberapa ibu hamil yang mengalami pecah ketuban di fase ini.

Yang Harus Ibu Hamil Lakukan saat Memasuki Fase Laten

Yang Harus Ibu Hamil Lakukan saat Memasuki Fase Laten Foto: Freepik

Beberapa ibu hamil mungkin akan merasakan perasaan campur aduk saat melalui fase laten. Ya, Anda mungkin gembira karena sebentar lagi bertemu bayi, tapi di sisi lain juga punya ketakutan untuk menghadapi persalinan

Ya, semua reaksi tersebut normal sangat normal, Moms. Hal yang paling penting, cobalah untuk tetap tenang saat fase laten ini datang, sehingga Anda bisa menghemat tenaga untuk fase aktif, yaitu saat kontraksi semakin intens dan teratur menuju persalinan.

kumparan post embed

Lebih lengkapnya, berikut yang harus ibu hamil lakukan saat memasuki fase laten seperti dikutip dari Healthline:

  • Jika fase laten dimulai saat malam hari, usahakan tetap di tempat tidur dan cobalah untuk tidur agar Anda tetap kuat untuk melakukan persalinan.

  • Tetap menyibukkan diri, bisa dengan membereskan rumah atau juga memasak. Namun, tetap senyamannya Anda ya, Moms.

  • Terus bergerak dengan berjalan agar membantu mempercepat persalinan. Bisa juga dengan naik turun tangga.

  • Mandi menggunakan air hangat agar tubuh Anda rileks.

  • Jangan lupa minum dan tetap terhidrasi

  • Makan, jika tidak sanggup mengkonsumsi makanan berat, Anda bisa makan makanan ringan seperti roti atau biskuit juga pilihan yang bagus

  • Cobalah untuk mengatur napas. Ya, bila Anda sudah mempelajari teknik-teknik pernapasan menjelang persalinan, Anda bisa mempraktikkannya sekarang, Moms.