Kumparan Logo

Gangguan Ginjal Misterius pada Anak, Apa Penyebabnya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak alami gangguan ginjal misterius. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak alami gangguan ginjal misterius. Foto: Shutter Stock

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan adanya kasus gangguan ginjal misterius atau acute kidney injury (AKI) pada anak yang melonjak selama bulan Agustus – September. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan IDAI pada per 10 Oktober 2022, terdapat 131 anak yang terkena gangguan ginjal misterius yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia.

Menurut Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K), penyakit gangguan ginjal yang baru muncul ini berbeda dengan AKI yang sudah diketahui di dunia medis sebelumnya. AKI umumnya bukan termasuk penyakit dengan diagnosis tunggal. Artinya, selalu ada riwayat penyakit atau penyebab pasti dari AKI.

“Karena sesungguhnya yang disebut dengan acute kidney injury itu tidak pernah merupakan diagnosis tunggal. Jadi AKI itu pasti merupakan kondisi yang ada penyebabnya. Nah pada anak-anak ini kami tidak mendapatkan penyebab yang biasanya timbul pada anak-anak yang mengalami AKI,” jelas dr. Eka konferensi pers virtual yang diadakan IDAI pada Selasa (11/10).

Lantas, adakah faktor yang dicurigai jadi penyebab penyakit gangguan ginjal misterius pada anak?

Apa Penyebab Gangguan Ginjal Misterius pada Anak?

Ilustrasi Gangguan Ginjal pada Anak. Foto: Shutterstock

Sebelumnya, IDAI sudah melakukan investigasi dan melihat beberapa kondisi yang berpotensi menjadi penyebab dari gangguan ginjal misterius pada anak tersebut. Namun, hingga kini investigasi tersebut belum menemukan titik terang.

Salah satu yang sempat diduga menjadi penyebab penyakit tersebut adalah multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) pada anak yang pernah terinfeksi COVID-19. Namun, berdasarkan diskusi dan analisis, gangguan ginjal misterius ternyata juga menyerang anak yang belum pernah terpapar COVID-19 sebelumnya. Jadi, dugaan tersebut tidak tepat.

Selain itu, kasus obat-obatan di Gambia yang menewaskan puluhan anak diketahui juga dipastikan bukan penyebab dari munculnya gangguan ginjal misterius pada anak di Indonesia.

Infografik Gejala Gangguan Ginjal Misterius. Foto: kumparan

“Kami juga menyadari ada data mengenai kejadian yang mirip di Gambia, kemudian kami juga sudah menginvestigasi berbagai obat-obat, tetapi tidak ada obat-obatan yang serupa yang di Gambia,” ungkap dr. Eka.

Dugaan yang lain yang muncul adalah efek dari jajanan di sekolah yang mungkin mengandung zat kimia berbahaya untuk anak. Namun, menurut dr. Eka, pasien gangguan ginjal misterius mayoritas merupakan anak usia balita yang kemungkinan besar tidak mengonsumsi makanan tersebut.

Ya Moms, hingga saat ini IDAI masih melakukan investigasi untuk mencari tahu dengan pasti apa penyebab gangguan ginjal misterius pada anak.

Gejala Gangguan Ginjal Misterius pada Anak

Ilustrasi anak sulit buang air kecil. Foto: Shutterstock

Meski penyebabnya belum diketahui pasti, ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami gangguan ginjal misterius, yaitu adanya penurunan produksi urine yang membuat anak jarang atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali dalam waktu 3 – 5 hari. Kondisi tersebut juga disertai dengan gejala lain, seperti batuk, pilek, diare, muntah, dan demam.

Selain itu, dr. Eka menyarankan agar orang tua segera membawa anak ke dokter jika menemukan gejala gangguan ginjal misterius.

“Tidak disarankan untuk memberikan cairan yang berlebihan, tetapi disarankan untuk segera ke rumah sakit untuk diberikan terapi obat, dipantau, kemudian kalau tidak berhasil, maka kami harus melakukan cuci darah,” pungkasnya.

kumparan post embed