Kumparan Logo

Gejala dan Cara Atasi Penyakit Herpes Zoster pada Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi infeksi herpes zoster pada bayi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi infeksi herpes zoster pada bayi. Foto: Shutterstock

Penyakit herpes bukan hanya dialami orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Salah satu jenis herpes yang bisa menyerang anak adalah herpes zoster. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster. Ya, virus varicella-zoster merupakan virus yang juga menyebabkan infeksi cacar air.

Dikutip dari Healthline, biasanya herpes zoster terjadi di satu sisi punggung atau dada anak. Tetapi, tak menutup kemungkinan juga bisa menyebar ke bagian satu sisi wajah.

Mom Junction melansir, kemungkinan anak terserang infeksi virus ini akan lebih rendah bila sudah divaksin cacar air. Ya Moms, herpes zoster biasanya terjadi setelah infeksi cacar air selesai. Sebab, virus tersebut bisa kembali aktif sebagai herpes zoster.

Ilustrasi cacar air pada bayi Foto: Shutterstock

Selain itu, anak-anak yang mengalami cacar air sebelum usia satu tahun, ibu yang terkena cacar air di akhir kehamilan, dan anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah pun berisiko terinfeksi herpes zoster.

kumparan post embed

Gejala Penyakit Herpes Zoster pada Anak

Infeksi herpes zoster umumnya menyebabkan satu sisi tubuh anak terasa sakit dan ada sensasi terbakar. Sehingga, kulit anak yang terinfeksi akan muncul ruam kemerahan, atau bisa juga ruam berwarna coklat tua dan keunguan.

Ilustrasi anak demam. Foto: Shutter Stock

Selain itu, beberapa gejala penyerta lain infeksi herpes zoster pada anak meliputi:

  • Kesemutan di beberapa bagian tubuh

  • Ruam berisi cairan dan bertekstur kering

  • Demam disertai menggigil

  • Sakit kepala

  • Mual

Meski jarang terjadi, tetapi dalam beberapa kasus, infeksi herpes zoster menyebabkan beberapa komplikasi pada anak, antara lain:

  • Rasa nyeri dan pelebaran area ruam di sekitar wajah, terutama di bagian mata anak

  • Kehilangan pendengaran akibat rasa sakit ekstra di salah satu telinga

  • Kehilangan rasa indra pengecap

  • Infeksi bakteri yang ditandai dengan kulit kemerahan, bengkak, dan hangat saat disentuh.

Cara Atasi Penyakit Herpes Zoster pada Anak

Healthline melansir, sebagian besar kasus infeksi herpes zoster sembuh dalam 3 - 5 minggu. Namun, jika tidak segera di atasi, maka berisiko terjadi komplikasi kesehatan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Hanya saja, hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi herpes zoster pada anak. Beberapa obat yang diberikan oleh dokter hanya bersifat simptomatik, atau untuk meredakan gejalanya saja.

Misalnya, obat antivirus untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, ibuprofen untuk mengurangi demam dan nyeri, dan benadryl untuk mencegah gatal di area ruam kemerahan.

Anak minum obat. Foto: Shutterstock

Kendati demikian, beberapa pengobatan alami pun juga bisa dilakukan untuk mengurangi gejala herpes zoster pada anak. Berikut rekomendasi dari National Institutes of Health (NIH).

  • Mandi air dingin untuk menenangkan kulit anak

  • Kompres area ruam kulit dengan kain lembut atau waslap untuk mengurangi rasa sakit dan gatal

  • Oleskan losion Calamine ke area ruam untuk mengurangi rasa gatal. Tetapi, bisa juga menggunakan pasta yang terbuat dari larutan air dengan soda kue atau tepung maizena

  • Makan makanan yang mengandung vitamin A, vitamin B12, vitamin C, dan vitamin E

  • Konsumsi suplemen atau vitamin tambahan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak