Gejala dan Penyebab Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Diwaspadai
ยทwaktu baca 3 menit

Penebalan dinding rahim atau hiperplasia endometrium adalah suatu kondisi di mana lapisan rahim menebal secara tidak normal. Pada wanita yang mengalaminya, penebalan dinding rahim dapat menyebabkan pendarahan yang tidak biasa.
Walaupun sebenarnya kondisi ini tidak bersifat kanker, tetapi bisa menjadi tahap awal dari kanker rahim. Jadi sebaiknya, jika ada penebalan dinding di rahim Anda, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangannya.
Penebalan dinding rahim sendiri memiliki dua jenis, berdasarkan jumlah sel abnormal dan perubahan sel. Jadi, yuk pahami penebalan dinding rahim supaya Anda tetap waspada.
Jenis-jenis Penebalan Dinding Rahim
Ada dua jenis penebalan dinding rahim, tergantung pada apakah penebalan ini melibatkan sel-sel yang tidak biasa, atau yang dikenal sebagai atipia. Kedua jenis penebalan dinding tersebut adalah:
Hiperplasia endometrium tanpa atipia. Jenis ini tidak melibatkan sel yang tidak biasa.
Hiperplasia endometrium atipikal. Jenis ini ditandai dengan pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang tidak biasa dan dianggap prakanker. Prakanker berarti ada kemungkinan bisa berubah menjadi kanker rahim jika tidak dilakukan pengobatan.
Mengetahui jenis penebalan dinding yang Anda miliki dapat membantu memahami risiko kanker dan memilih pengobatan yang paling efektif.
Penyebab Penebalan Dinding Rahim
Wanita yang mengalami penebalan dinding rahim, biasanya menghasilkan terlalu banyak hormon estrogen dan tidak cukup memiliki hormon progesteron. Hormon wanita ini memainkan peran penting dalam menstruasi dan kehamilan, Moms.
Selama ovulasi, estrogen mengentalkan endometrium, sedangkan progesteron mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika konsepsi tidak terjadi, kadar progesteron turun. Penurunan progesteron inilah yang memicu rahim untuk melepaskan lapisannya sebagai periode menstruasi.
Nah, wanita yang memiliki penebalan dinding rahim hanya menghasilkan sedikit progesteron. Akibatnya, rahim tidak bisa melepaskan lapisan endometrium. Sehingga, lapisan pun terus tumbuh dan menebal.
Mengutip Cleveland Clinic di Ohio, Amerika Serikat, biasanya penebalan dinding rahim terjadi pada wanita yang obesitas. Sebab, obesitas berkontribusi pada peningkatan kadar estrogen.
Jaringan adiposa, yakni penyimpanan lemak di perut dan tubuh, dapat mengubah hormon penghasil lemak menjadi estrogen. Inilah kenapa obesitas sangat berkontribusi pada peningkatan kadar estrogen dalam siklus menstruasi, sehingga meningkatkan risiko penebalan dinding rahim.
Selain wanita yang obesitas, berikut beberapa faktor yang bisa menyebabkan penebalan dinding rahim:
Perawatan kanker payudara tertentu
Diabetes
Menstruasi pada usia dini atau menopause terlambat
Riwayat keluarga dengan kanker ovarium, rahim, atau usus besar
Penyakit kantung empedu
Terapi hormon
Tidak pernah hamil
Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Perokok
Penyakit tiroid
Riwayat haid yang tidak teratur atau tidak haid sama sekali
Gejala Penebalan Dinding Rahim
Wanita yang memiliki penebalan dinding rahim mungkin mengalami menstruasi yang tidak normal, seperti siklus menstruasi yang pendek, periode yang sangat lama atau tidak menstruasi. Kemudian pendarahan menstruasi yang berat dan pendarahan setelah menopause.
Namun, bukan berarti semua pendarahan yang tidak normal berarti Anda menderita penebalan dinding rahim, Moms. Jadi lebih baik langsung berkonsultasi dengan dokter, untuk memeriksa apakah benar ada penebalan dinding rahim atau tidak.
Pengobatan Penebalan Dinding Rahim
Mengutip Healthline, pengobatan penebalan dinding rahim biasanya akan dilakukan dengan terapi hormon atau pembedahan. Pilihan pengobatan ini tergantung pada beberapa faktor, yakni adanya sel atipikal, menopause, rencana hamil, dan juga riwayat kanker.
Jika ternyata Anda memiliki penebalan dinding rahim tanpa atipia, dokter mungkin menyarankan untuk hanya mengawasi gejala Anda. Karena terkadang kondisi ini tidak akan bertambah buruk dan bisa hilang dengan sendirinya.
Namun jika memang membutuhkan pengobatan, berikut beberapa pengobatan yang biasanya disarankan oleh dokter:
Terapi hormonal menggunakan progestin, yakni bentuk sintetis dari progesteron, tersedia dalam bentuk pil serta suntikan atau alat kontrasepsi dalam rahim.
Histerektomi. Pengobatan ini dilakukan jika Anda memiliki hiperplasia atipikal, dan dokter mungkin akan mengangkat rahim untuk menurunkan risiko kanker. Menjalani operasi ini berarti Anda tidak akan bisa hamil. Ini mungkin pilihan yang baik jika Anda telah menopause, tidak berencana untuk hamil, atau memiliki risiko kanker yang tinggi.
