Mom
·
29 Juni 2021 14:04
·
waktu baca 3 menit

Gejala Long COVID-19 pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Gejala Long COVID-19 pada Anak yang Perlu Diwaspadai (53124)
searchPerbesar
Anak bisa kena gejala Long Covid-19 Foto: Shutterstock
Lonjakan kasus positif COVID-19 melanda Indonesia beberapa waktu terakhir. Terlebih, virus corona varian baru ini lebih mudah menular dan menginfeksi anak. Sehingga, sebagai orang tua, kita tetap harus waspada, Moms.
ADVERTISEMENT
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, FRCPI(Hon), data nasional saat ini menunjukkan peningkatan proporsi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada anak-anak usia 0-18 tahun sudah mencapai angka 12,1 persen. Kemudian, kematian pada kasus terkonfirmasi COVID-19 usia 0-18 tahun sebesar 1,75%.
“Penanganan kita pada pasien COVID-19 yang tidak optimal, karena rumah sakit yang overload. Selain itu, masih ada kesenjangan di setiap daerah tentang deteksi virus corona dengan tes PCR-nya,” kata Prof. Aman dalam acara Konferensi Pers Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan 5 Profesi Dokter yang dilakukan secara daring pada Minggu (27/6).
Perlu dipahami juga bahwa pada pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh sering kali muncul gejala long COVID-19. Ini merupakan istilah untuk efek yang mungkin timbul setelah seseorang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Gejala long COVID-19 pun dinilai berbeda-beda di setiap penyintas.
ADVERTISEMENT
Tak hanya menyerang orang dewasa, rupanya long COVID-19 juga bisa terjadi pada anak-anak lho, Moms. Berikut penjelasan dan gejala yang perlu diwaspadai.

Kata IDAI Tentang Kemungkinan Anak Terkena Long COVID-19

Gejala Long COVID-19 pada Anak yang Perlu Diwaspadai (53125)
searchPerbesar
anak pakai masker Foto: Shutterstock
Menurut Prof. Aman, tes PCR yang sesuai dengan standar WHO saat ini belum menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian, tidak ada transparansi terkait data anak yang terkonfirmasi COVID-19 di seluruh Indonesia. Terlebih, kebanyakan kasus terkonfirmasi pada anak-anak saat ini tidak disertai dengan gejala.
“Apabila kita tidak melakukan tes PCR lebih banyak pada anak-anak Indonesia, hal ini bisa menyebabkan kemungkinan adanya gejala long COVID-19 pada mereka. Apalagi, tingkat kematian pada anak akibat COVID-19 di Indonesia lebih tinggi daripada negara lain,” lanjut Prof. Aman.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Dr., Sp. AK. MM, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Unpad, menjelaskan bahwa Long COVID-19 adalah penyakit berkepanjangan, efek dari paparan virus corona. Gejala yang dirasakan pun bisa beragam.
“Enggak usah pada anak-anak, pada orang dewasa juga (Long COVID-19) enggak enak, badannya jadi enggak enak, rasanya enggak enak, apalagi anak-anak. Dan, (Long COVID-19) itu bisa menyerang ke semua organ, mulai dari paru-paru, mata, hidung, otak saraf, tangan, kaki, sehingga semua itu berdampak, ke mana kebetulan virusnya menyerang,” jelas Prof Kusnandi dalam Live Corona Update pada Jumat (25/6).
Prof. Aman juga mengimbau bahwa gejala long COVID-19 pada anak bisa dilihat dalam 5-6 bulan ke depan. Jadi, apabila anak terlihat lemah, tidak bisa konsentrasi dengan baik, sesak napas, rambutnya rontok, nyeri sendi dan lainnya, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut, Moms.
ADVERTISEMENT
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020