Gejala Mengi pada Bayi
ยทwaktu baca 2 menit

Mengi atau kondisi napas kecil yang disertai suara seperti siulan, merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami bayi. Mengutip FirstCry Parenting, mengi terjadi akibat saluran udara menyempit atau tersumbat oleh lendir, hingga akhirnya udara keluar dari sela-sela saluran dan mengakibatkan munculnya suara siulan tersebut.
Mengi dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya infeksi virus atau bakteri, alergi, GERD, tersedak, dan penyakit genetik. Berikut ini beberapa gejala dan kondisi yang perlu diwaspadai saat bayi mengalami mengi.
Gejala Mengi
Beberapa gejala awal saat bayi mengalami mengi yaitu sebagai berikut:
Bayi akan menunjukkan gerakan perut yang lebih cepat dari biasanya, bahkan gerakan dadanya saat bernapas terlihat jelas.
Otot leher bayi terlihat menegang saat bernapas.
Saat bayi bernapas, lubang hidungnya terlihat mengembang dan mengeluarkan suara seperti siulan.
Kulit bayi terlihat pucat, memar di beberapa bagian, bahkan membiru.
Bayi mengalami pilek, batuk, demam, dan berkeringat.
Detak jantungnya meningkat.
Nafsu makannya berkurang.
Kapan Perlu Khawatir?
Beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai saat bayi mengalami mengi secara tiba-tiba yaitu sebagai berikut:
Mengi saat makan, kemungkinan karena tersedak
Mengi tiba-tiba saat sendirian, terutama saat ia belajar merangkak dan berjalan.
Mengi saat tidur
Terlihat tidak nyaman saat bernapas.
Mengi disertai demam tinggi atau pneumonia.
Kulit memerah, kemungkinan karena kekurangan oksigen.
Mengalami reaksi alergi yang parah.
Diagnosis Mengi pada Bayi
Gejala mengi pada bayi biasanya menjadi acuan bagi dokter untuk menentukan penyebab dan tingkat keparahan penyakit tersebut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pastinya, seperti tes darah dan lendir di laboratorium dan tes pernapasan.
Setelah penyebabnya diketahui, dokter melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, seperti memberi resep obat atau merujuk bayi untuk dirawat di rumah sakit.
