Kumparan Logo

Penyebab Mengi pada Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Thinkstock

Setiap orang tua tentu merasa sedih saat melihat anaknya sakit, apalagi jika si kecil masih bayi. Salah satu penyakit yang mungkin dialami oleh bayi adalah mengi, yaitu kondisi napas kecil yang disertai dengan suara seperti siulan.

Mengutip FirstCry Parenting, mengi terjadi akibat saluran udara menyempit atau tersumbat oleh lendir, hingga akhirnya udara keluar dari sela-sela saluran dan mengakibatkan munculnya suara siulan tersebut.

Secara umum, ada tiga jenis mengi pada bayi berdasarkan penyebabnya, yaitu alergi, infeksi, dan bawaan lahir. Namun, secara spesifik, berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan mengi pada bayi.

Penyebab Mengi pada Bayi

Ilustrasi bayi rewel karena sakit. Foto: Shutter Stock

1. Infeksi Virus atau Bakteri

Infeksi bakteri dapat menyebabkan peradangan dan akumulasi lendir yang mempersempit saluran udara. Kondisi ini berisiko membuat bayi kesulitas menghirup napas udara dengan lega. Selain itu, virus dan bakteri yang menyebabkan pilek, radang amandel, bronkitis, infeksi saluran pernapasan atas, dan pneumonia dapat menyebabkan mengi.

2. Alergi

Bayi bisa alergi terhadap zat-zat yang ada di udara. Saluran udara yang mengarah ke paru-paru dapat bereaksi terhadap alergen dan menyebabkan peradangan dan sekresi lendir tambahan. Beberapa zat alergen yang menyebabkan bayi mengi yaitu bulu hewan, serbuk sari bunga, debu, dan tungau di kasur.

3. GERD

Ilustrasi bayi dengan GERD. Foto: Shutterstock

GERD atau penyakit refluks gastroesofageal adalah masalah refluks asam kronis ketika asam lambung cenderung naik ke tenggorokan melalui kerongkongan. Hal ini dapat menyebabkan iritasi ketika asam lambung bersentuhan dengan saluran udara. Akibatnya, bayi pun dapat mengalami mengi.

4. Apnea Tidur

Apnea tidur adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan terhenti sebentar beberapa kali selama tidur. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi pada amandel dan kelenjar gondok. Infeksi tersebut dapat menekan jalan napas dan menimbulkan mengi.

5. Tersedak

Ilustrasi bayi tersedak. Foto: Shutter Stock

Bayi yang tersedak makanan juga berisiko mengalami mengi. Hal ini karena saluran napas menyempit, sehingga napasnya memunculkan bunyi seperti siulan.

6. Penyakit Genetik

Asma merupakan salah satu penyakit genetik yang dapat menyebabkan bayi mengalami mengi. Penyakit tersebut dipicu oleh paparan alergen dan bisa menyebabkan bayi mengalami mengi setidaknya sampai ia berusia lima tahun. Selain asma, penyakit genetik lain yang bisa menyebabkan mengi pada bayi adalah fibrosis kistik, yaitu kondisi ketika lendir menghalangi saluran udara.

7. Displasia Bronkopulmoner

Ilustrasi bayi prematur dengan displasia bronkupulmoner. Foto: Shutterstock

Displasia bronkopulmoner merupakan kondisi yang biasanya dialami oleh bayi prematur yang membutuhkan ventilator dan dukungan oksigen. Pasalnya, paru-parunya belum berkembang secara sempurna, sehingga ia mengalami mengi saat bernapas.

8. Penyakit Lainnya

Beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan mengi pada bayi yaitu tumor di tenggorokan atau rongga dada, disfungsi pita suara, anomali saluran pernapasan bagian atas, masalah sistem peredaran darah, dan penyakit jantung bawaan.

kumparan post embed