Kumparan Logo

Gejala Penyakit Batu Empedu pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Batu empedu merupakan penyakit yang bisa menyerang semua kalangan usia, termasuk pada anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti memiliki kadar kolesterol yang tinggi atau kelebihan bilirubin saat bayi.

Meski begitu, dalam beberapa kasus, penyakit batu empedu pada anak, tidak diketahui penyebab pastinya. Namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu pada anak, mulai dari kegemukan, obesitas, kelainan sel darah merah, hingga faktor genetik. Lalu, seperti apa gejalanya?

Gejala Penyakit Batu Empedu pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi anak sakit perut karena batu empedu. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Mom Junction, terbentuknya batu empedu mungkin tidak selalu menimbulkan gejala tertentu. Sebab, batu empedu terbentuk bila proses pelepasan cairan empedu ke bagian usus kecil tidak berjalan lancar, sehingga cairan menjadi mengendap dan mengeras seperti batu. Hanya saja, kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala umum, seperti:

- Nyeri perut di bagian kanan atas

Salah satu gejala yang paling sering terjadi adalah nyeri perut di bagian kanan atas, dan dapat menyebar ke punggung atau bahu. Biasanya, gejala ini dapat memburuk setelah mengkonsumsi makanan berlemak dan berminyak, terutama pada malam hari.

- Sindrom dispepsia

Sindrom dispepsia adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh rasa tidak nyaman pada perut karena gangguan pencernaan. Misalnya, perut seperti terasa terbakar, sendawa, kembung, mulas, dan cepat merasa kenyang saat makan. Sebagian besar gejala ini akan muncul bila terjadi penyumbatan pada aliran empedu.

Ilustrasi anak mulas. Foto: Shutter Stock

Perlu dipahami bahwa gejala ini akan terjadi hilang timbul ketika batu empedu bergerak dan duktus sistikus–saluran yang menghubungkan kandung empedu–-terbuka. Namun, jika batu empedu menghalangi aliran empedu dalam waktu beberapa jam, atau berpindah ke organ lain seperti pankreas, maka dapat menyebabkan komplikasi gejala lain, misalnya saja demam tinggi, kulit kuning, diare, warna urine jadi gelap, detak jantung cepat, dan sering menggigil.

Ya Moms, gejala penyakit batu empedu mirip seperti gejala masalah pencernaan lainnya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui penyebab yang mendasarinya.

kumparan post embed