Kumparan Logo

Gejala Sindrom Edward pada Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi dengan bibir sumbing Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dengan bibir sumbing Foto: Shutterstock

Sindrom edward merupakan salah satu kelainan kromosom yang disebabkan adanya salinan ekstra kromosom 18. Sekitar 13 dari 100 bayi yang lahir dengan sindrom edward dapat bertahan selama satu tahun, tetapi sisanya meninggal setelah dilahirkan.

Kelainan kromosom ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sindrom edward penuh, mosaik, dan parsial. Ketiganya memiliki tingkat keparahan yang berbeda, tergantung letak salinan kromosom tersebut.

Sindrom edward penuh adalah jenis kelainan yang paling sering terjadi dan memiliki tingkat keparahan paling tinggi karena salinan ekstra kromosom 18 terdapat di seluruh sel tubuh, dan salah satu kemungkinannya bayi mati sebelum dilahirkan.

Ilustrasi bayi dengan sindrom edward. Foto: Shutter Stock

Sedangkan sindrom edward mosaik memiliki dampak yang lebih ringan seperti bayi dapat bertahan setidaknya lebih dari satu tahun. Ya Moms, sebab salinan ekstra kromosom 18 hanya terdapat di beberapa sel saja. Sementara sindrom edward parsial merupakan jenis yang jarang terjadi. Sebab, salinan ekstra kromosom 18 hanya terbentuk sebagian.

Lantas, apa saja gejala sindrom edward yang bisa dialami bayi?

Gejala Sindrom Edward pada Bayi

Dikutip dari Healthline, gejala sindrom edward biasanya tidak terlalu identik. Bahkan, beberapa ibu hamil mungkin tidak mengetahui jenis kelainan tersebut. Tetapi, ada beberapa gejala yang patut dicurigai bila bayi mengalami:

  • Ukuran kepala kecil

  • Mata lebar

  • Bibir sumbing

  • Berat badan rendah saat lahir

  • Rahang bawah kecil

  • Tangan mengepal

  • Leher berselaput

  • Bentuk kaki yang tidak normal seperti berbentuk silang

Ilustrasi kaki bayi silang. Foto: Shutter Stock

Namun, bila gejala di atas tidak dialami saat bayi baru lahir, ada beberapa gejala lain yang berhubungan dengan masalah kesehatannya seperti:

  • Kesulitan makan atau mengisap

  • Gagal tumbuh atau sulit menambah berat badan

  • Masalah mata seperti kerusakan kornea, mata juling, dan ukuran mata lebih kecil

  • Gangguan pendengaran

  • Gangguan pencernaan

  • Kejang

  • Masalah ginjal dan hati

Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat untuk mengatasi sindrom edward. Tindakan medis yang bisa dilakukan hanya berguna untuk mendukung kualitas hidup bayi seperti menjaga kondisi jantung, mencegah terjadinya infeksi dari luar, dan menjaga terjadi komplikasi kesehatan lain.

kumparan post embed