Gigi Susu Anak Berlubang Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak, Kok Bisa?

5 April 2025 13:56 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi gigi susu anak. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gigi susu anak. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Gigi susu anak yang berlubang tidak boleh dianggap sepele. Sebab, tidak hanya akan membuat sakit gigi yang mengganggu kenyamanan si kecil beraktivitas, tetapi ada bahaya lain yang lebih serius. Salah satunya memengaruhi perkembangan otak anak. Mengapa bisa begitu?
ADVERTISEMENT
Orang tua masih banyak yang beranggapan bahwa gigi susu anak tidak akan banyak berpengaruh pada perkembangan anak. Beberapa alasannya, misalnya karena gigi susu hanya sebagai pelengkap dan pada waktunya akan tanggal lalu berganti menjadi gigi permanen. Ada juga anggapan lain bahwa gigi susu hanya sekadar estetika ketika anak tersenyum dan tertawa.
Sayangnya, gigi susu yang tidak dijaga kesehatannya tetap memiliki risiko menyebabkan anak sakit. Salah satu masalah gigi yang kerap dialami anak adalah gigi berlubang.
Ketika mengalami gigi berlubang dan tidak segera mendapat penanganan, maka bisa menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang hebat, gigi patah atau copot, hingga memengaruhi pertumbuhan calon gigi permanennya.

Gigi Susu Berlubang Juga Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Tidak sampai di situ, gigi susu yang berlubang juga memengaruhi perkembangan anak, termasuk organ otaknya.
ADVERTISEMENT
"Masalahnya kita enggak pernah sadar bahwa gigi susu digunakan untuk makan, untuk bisa mendapatkan asupan nutrisi. Anak dengan gigi berlubang cenderung makan dengan tidak baik, tidak enak, dan tidak nyaman," tutur dokter gigi anak, drg. Joshua Calvin, Sp.KGA, kepada kumparanMOM.
Ilustrasi anak sakit gigi. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Jadi, coba bayangkan, ketika gigi susu anak semuanya berlubang, makan pasti tidak akan nyaman dan sulit untuk mengunyah makanan. Bila cara makan anak saja sudah terganggu, maka asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh si kecil pun akan terganggu, Moms.
Menurut jurnal “The role of nutrition in children’s neurocognitive development" (2013) yang dipublikasikan di Frontiers in Human Neuroscience mengungkapkan dampak kekurangan asupan nutrisi pada perkembangan otak anak.
"Jurnal tersebut menyatakan kurangnya nutrisi seperti zat besi dan omega-3 bisa memengaruhi perkembangan kognitif anak," jelas dia.
ADVERTISEMENT
drg. Joshua kemudian menjelaskan, kondisi gigi berlubang dialami anak sejak usia 3-4 tahun, kemudian ia harus merasakan rasa sakit dan nyeri selama bertahun-tahun hingga gigi susunya tanggal dan digantikan gigi permanen.
"Padahal kita harus tahu bahwa gigi geraham itu gantinya umur 9 tahun, jadi dia selama 4-5 tahun dengan keadaan giginya enggak enak dipakai makan. Bagaimana nutrisi itu bisa masuk secara maksimal? Bagaimana anak bisa berkembang dan bertumbuh dengan baik kalau misalnya anak buat sekadar makan saja susah," tegas drg. Joshua.
Sakit gigi yang dirasakan anak tidak hanya berdampak pada makannya. Tetapi, ingatlah bahwa pola istirahat dan fokus pada aktivitas sehari-harinya pun juga akan terganggu.
Sehingga, bila gigi susu anak terlihat menunjukkan tanda-tanda berlubang, segera bawa ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan. Jangan ditunda-tunda agar kondisi gigi berlubang tidak semakin parah ya, Moms.
ADVERTISEMENT