Hati-hati, Moms! Ini 6 Jenis Pelecehan Emosional yang Bisa Terjadi pada Anak
·waktu baca 2 menit

Pelecehan adalah salah satu serangan yang bisa terjadi pada anak dan perlu diwaspadai orang tua. Selain perilaku, hal ini juga dapat mempengaruhi mental dan psikologis anak di kemudian hari.
Ya Moms, semua tindakan yang mempengaruhi kesehatan, tumbuh kembang, mental, dan psikologis, hingga menimbulkan rasa trauma, dapat dikatakan sebagai pelecehan, lho. Sehingga, pelecehan yang bisa terjadi pada anak bukan hanya pelecehan seksual, melainkan juga pengabaian anak, pelecehan fisik, hingga pelecehan emosional anak.
Dikutip dari Mom Junction, pelecehan emosional dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti faktor lingkungan, gaya hidup, hingga kesehatan mental pelaku. Akibatnya, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan anak, dan menurunkan rasa percaya dirinya.
Nah Moms, untuk membantu Anda memahami lebih lanjut, berikut beberapa jenis pelecehan emosional yang bisa terjadi pada anak.
Ragam Jenis Pelecehan Emosional yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
1. Menolak
Tidak mengakui usaha anak dalam bentuk pikiran dan ide termasuk salah satu bentuk pelecehan emosional pada anak. Ya Moms, tentunya hal ini akan membuat anak merasa tidak diinginkan, tidak dihargai, ataupun ditolak.
2. Mengkritik
Terus membanding-bandingkan si kecil dengan anak lainnya, sering mengkritik, meremehkan, atau mencaci maki upaya dan keberhasilan anak juga termasuk salah satu jenis pelecehan emosional. Selain menurunkan rasa percaya dirinya, hal ini juga berdampak pada kesehatan mentalnya, Moms. Bahkan, bila terus terjadi, anak jadi tidak mau melakukan hal tersebut lagi.
3. Mengabaikan
Anak-anak yang diabaikan pertumbuhannya, tidak mendapatkan perawatan atau perhatian yang layak juga dapat merusak perkembangan psiko-emosional mereka. Akibatnya, si kecil akan merasa kehilangan rasa peka terhadap kebutuhan orang lain.
4. Mengisolasi
Terkadang, pola asuh orang tua kerap membuat anak sulit berinteraksi dengan orang lain, apalagi pada teman sebayanya. Pembatasan interaksi ini akan membuat anak merasa cemas dan merasa hidup sendirian. Tak hanya itu, pola asuh yang ‘mengisolasi’ anak ini juga akan mempengaruhi keterampilan sosial mereka di kemudian hari.
5. Mempermalukan
Mengejek warna kulit, postur tubuh, tinggi badan, pakaian, hingga latar belakang keluarga, merupakan salah satu pelecehan emosional yang cukup sering terjadi pada anak. Tak jarang hal ini membuat anak merasa malu, terhina, sedih, hingga mempengaruhi kesehatan sosial dan emosionalnya.
6. Memanipulasi
Memanipulasi hasil karya anak, mengajak berbohong, dan melibatkan dalam perilaku antisosial juga termasuk bentuk pelecehan emosional yang mungkin terjadi pada anak.
