Ibu di Inggris Masih Menyusui Anaknya hingga 5 Tahun, Apa Alasannya?

5 Oktober 2023 12:57 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ibu di Inggris Masih Menyusui Anaknya hingga 5 Tahun, Apa Alasannya? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu di Inggris Masih Menyusui Anaknya hingga 5 Tahun, Apa Alasannya? Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Moms, kapan Anda mulai menyapih anak dan tidak lagi minum ASI? Waktunya tentu bisa berbeda-beda pada setiap anak. Ada ibu yang menyapih dini sebelum si kecil berusia dua tahun karena kondisi tertentu, dan banyak juga yang berhenti menyusui anaknya di usia sekitar dua tahun seperti yang disarankan para ahli.
ADVERTISEMENT
Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh seorang ibu asal Inggris, Amy Hardcastle. Dikutip dari New York Post, ini bermula pada tahun 2018, ketika Amy mengungkapkan pilihannya ingin terus menyusui putranya, Max, yang berusia lima tahun. Keinginannya itu sempat mendapat berbagai reaksi dari warganet.
"Hanya karena itu bukan norma budaya yang biasa, bukan berarti itu aneh," ungkap Amy kepada Cafe Mom.
Kala itu, Amy yang baru pertama kali menjadi ibu mengakui tidak tahu berapa lama biasanya bayi disusui. Bahkan, saat itu, ia bercerita hampir berhenti menyusui ketika Max baru berusia empat minggu. Sebab, ia merasa menyusui itu sesuatu yang menyakitkan dan ia kesulitan untuk menyusui.
Lalu ia menemukan sebuah komunitas pengasuhan anak dan mempelajari istilah 'green parenting'. Istilah ini diciptakan dan merujuk pada cara membesarkan anak-anak yang lembut, fokus pada sikap empati, serta mendorong pertumbuhan emosional dan kemandirian. Dari forum itulah, ia kemudian memutuskan ingin membesarkan putranya dengan cara tersebut, yaitu menyapih secara alami.
ADVERTISEMENT
"Awalnya saya hanya berkata, 'Saya tidak tahu berapa lama, tapi saya akan terus melakukannya'. Dan kemudian saya bergabung dengan forum yang 'menyusui' bayi yang lebih besar. Karena ketika sudah lebih 1 - 1,5 tahun, orang akan menganggap sudah terlalu lama," ungkap Amy pada 2018 silam.
Amy mendapat dukungan dari para ibu yang juga mempraktikkan penyapihan secara alami. Sehingga, ia menyatakan akan terus menyusui anaknya sampai Max siap berhenti dengan sendirinya.
"Jika menyusui tidak lagi berhasil bagi kita, maka saya akan berhenti. Saya memilih untuk menyapihnya di malam hari, karena otot-otot tulang rusuk saya seperti tertarik karena tegas untuk menyusuinya. Dan bisa berbaring dengan nyaman di tempat tidur," beber Amy.
"Saya tidak bermasalah untuk menyusui di malam hari. Jadi, saya akan terus melakukannya sampai ia mau berhenti. Dan saya tidak punya masalah untuk melanjutkannya sampai dia selesai sepenuhnya," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Lima tahun berselang, cerita Amy yang tetap melanjutkan untuk menyusui anaknya masih menuai pro dan kontra. Misalnya, seorang pengguna Facebook berkomentar, "Terlalu lama! Seorang anak berusia lima tahun merasakan kasih sayang seorang ibu, tapi juga perlu menjalani tahap tumbuh dan kemandirian." Atau ada juga yang berkomentar, "Saya merasa ada cara lain untuk menjalin ikatan dengan anak berusia lima tahun, dengan caranya masing-masing."
Namun, tidak semua tanggapan bernada negatif, Moms. Ada juga yang memberi dukungan dan menganggap tidak perlu membandingkan cara satu ibu dengan yang lainnya. Salah satunya: "Saya dan putra saya berhasil menyapih saat usianya dua tahun dua bulan. Saya menerima banyak komentar negatif. Tapi, bagi saya, sama sekali tidak penting apa yang dipikirkan orang. Saya melakukan apa yang benar menurut kami," tulis seorang ibu.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Amy berharap kisahnya dapat membantu perempuan lain yang sedang menyusui. Dan menegaskan perjalanan menyusui itu beda-beda, unik, dan tidak perlu takut pada penilaian orang lain. Ia juga ingin para ibu menyadari bahwa menyusui sebanyak atau sesedikit apa pun itu merupakan hal yang wajar.
"Itu tidak apa-apa. Kamu boleh melakukan sampai anak tidak mau menyusui lagi," tutup dia.

Rekomendasi Menyusui dan Durasi Lamanya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, serta para ahli, menyarankan bayi baru lahir sudah mulai disusui dalam satu jam pertama setelah lahir. Dan sangat disarankan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya.
Setelah berusia enam bulan, bayi sudah mulai diperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI). Menyusui pun tetap bisa dilanjutkan hingga dua tahun atau lebih sesuai kebutuhan. Namun, rekomendasi ini bisa bervariasi pada setiap orang tua. Jadi, sesuaikan dengan situasi masing-masing ya, Moms.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, menurut jurnal yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology, menyusui bayi terlalu lama bisa memunculkan risiko kurang gizi pada anak. Sebab anak jadi cenderung menolak makanan padat yang diberikan. Padahal seiring pertumbuhannya, kebutuhan nutrisi anak juga bertambah. Akan tetapi, jika anak masih menyusu hingga usia lebih dari 2 tahun dan tetap makan dalam jumlah cukup serta nutrisinya terpenuhi, risiko tersebut bisa dihindari.