Kumparan Logo

Ibu Hamil Alami Kesemutan dan Mati Rasa, Apa Penyebabnya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil kesemutan atau kram. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil kesemutan atau kram. Foto: Shutterstock

Ada beberapa keluhan yang kerap dialami oleh ibu hamil. Mulai dari rambut rontok, perubahan warna kulit, morning sickness, nyeri payudara, sering buang air kecil, hingga merasa kesemutan dan mati rasa. Ya, sensasi kesemutan dan mati rasa biasanya terjadi pada jari-jari tangan dan kaki.

Dikutip dari Mom Junction, dua kondisi ini biasanya terjadi di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pada usia kehamilan tersebut, ukuran rahim akan semakin membesar, sehingga bisa menekan saraf, otot, dan ligamen, sehingga menimbulkan sensasi kesemutan dan mati rasa. Selain tekanan dari saraf, apa lagi penyebabnya?

8 Penyebab Kesemutan dan Mati Rasa pada Ibu Hamil

Ilustrasi kesemutan pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

1. Perubahan hormon

Peningkatan hormon relaksin yang menyebabkan peregangan ligamen dapat menggeser pusat gravitasi dan mempengaruhi postur tubuh ibu hamil. Hal ini dapat menyebabkan saraf terjepit, sehingga menimbulkan nyeri, kesemutan, mati rasa, dan sensasi terbakar di sekitar paha, kaki, punggung, dan bokong.

2. Retensi air

Retensi air yang sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga dapat menyebabkan pembengkakan pada tangan dan kaki. Biasanya, pembengkakan ini juga disertai dengan sensasi kesemutan dan mati rasa, Moms.

3. Carpal tunnel syndrome

Mati rasa di jari dan tangan juga bisa disebabkan oleh carpal tunnel syndrome. Ya Moms, carpal tunnel syndrome merupakan komplikasi yang umum terjadi selama kehamilan. Bahkan, sebuah studi melaporkan bahwa kondisi ini terjadi pada sekitar 62 persen ibu hamil. Biasanya, carpal tunnel syndrome juga disertai dengan kehilangan kekuatan menggenggam, nyeri di pergelangan tangan, mati rasa, dan sensasi kesemutan di jari-jari tangan, terutama pada ibu jari.

Ilustrasi kesemutan atau kram. Foto: Shutterstock

4. Linu panggul

Sekitar 30 persen ibu hamil mengalami linu pinggul yang disebabkan oleh tekanan pada saraf pinggul. Kondisi ini mungkin dipicu karena terjadi penambahan berat badan dan retensi air, sehingga memberikan tekanan ekstra pada tulang belakang dan saraf siatik. Akibatnya, ibu hamil kerap mengalami kesemutan dan mati rasa, yang disertai dengan sensasi terbakar, kelemahan otot di kaki, punggung bagian bawah, bokong, dan pinggul.

5. Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan sindrom kaki gelisah. Ya, sindrom kaki gelisah merupakan gangguan neurologis yang mungkin menyebabkan dorongan yang tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Akibatnya, ibu hamil akan mengalami kesemutan dan mati rasa di kaki.

6. Kekurangan vitamin B12

Kurangnya asupan vitamin B12 dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan saraf, sehingga menimbulkan sensasi mati rasa dan kesemutan pada jari tangan dan kaki. Ibu hamil yang kekurangan asupan vitamin B12 cenderung juga menyebabkan kelemahan otot, gangguan keseimbangan, perubahan perilaku, dan kehilangan ingatan.

Ilustrasi kesemutan pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

7. Preeklamsia

Preeklamsia menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, wajah, dan terkadang di seluruh tubuh. Hal ini dapat menjadi penyebab potensial mati rasa dan disertai dengan sakit kepala, gangguan penglihatan, kesulitan bernapas, mual, dan muntah.

8. Diabetes gestasional

Selain preeklamsia, diabetes gestasional juga dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, atau kesemutan pada tangan dan kaki. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan peningkatan frekuensi buang air kecil, kelelahan, penglihatan kabur, sering lapar, dan haus berlebihan. Jika tidak segera diatasi, diabetes gestasional dapat meningkatkan risiko diabetes tipe dua di kemudian hari.