Yang Perlu Ibu Ketahui soal Payudara Kesemutan saat Menyusui
·waktu baca 3 menit

Saat menyusui, sebagian ibu cukup sering merasakan sensasi kesemutan di payudara. Kesemutan biasanya ditandai dengan sensasi tertusuk-tusuk jarum atau rasa kebas.
Menurut National Institute of Child Health and Human Development yang dikutip Healthline, perubahan puting, payudara bengkak, bahkan juga kesemutan, bisa menjadi tanda awal adanya kehamilan. Namun, tak sedikit juga ibu menyusui juga mengalaminya.
Lantas, apa penyebab payudara kesemutan saat menyusui dan bagaimana cara mengatasinya?
Penyebab Payudara Kesemutan saat Menyusui
1. Fluktuasi hormon
Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron saat hamil bisa merangsang saluran susu dan meningkatkan aliran darah ke payudara. Akibatnya, ibu kerap merasakan sensasi kesemutan. Kondisi ini paling sering terjadi di trimester pertama atau saat kelenjar dan jaringan payudara pertama kali meregang. Payudara pun juga terasa lebih hangat, penuh, dan lebih sensitif terhadap sentuhan.
2. Mastitis
Mastitis adalah infeksi payudara yang cukup sering terjadi pada ibu menyusui. Biasanya, mastitis terjadi pada 6-8 minggu pertama setelah melahirkan. Infeksi ini berasal dari sumbatan saluran susu akibat bakteri yang masuk ke payudara melalui celah di puting. Dengan demikian, infeksi tersebut dapat memicu sensasi kesemutan atau terbakar saat menyusui. Selain kesemutan, mastitis juga dapat menimbulkan demam, payudara merah, atau bengkak, dan juga kelelahan.
3. Sariawan
Sariawan pada payudara merupakan infeksi jamur yang menghasilkan sensasi kesemutan, tajam, hingga terbakar di salah satu atau kedua payudara ibu menyusui. Umumnya, kondisi ini sering terjadi setelah ibu menyusui minum antibiotik atau saat jamur kandida masuk ke payudara melalui retakan pada puting susu atau kulit. Sariawan pada payudara juga dapat menyebabkan puting dan areola yang mengkilap dan bersisik, hingga timbulnya rasa sakit karena timbulnya benjolan di payudara.
4. Let-down reflex
Payudara kesemutan juga bisa disebabkan oleh let-down reflex atau refleks pengeluaran ASI sehingga menimbulkan sensasi kesemutan. Ya, sensasi kesemutan itu merupakan tanda bahwa ASI sudah keluar. Biasanya, kondisi ini disertai dengan rasa hangat atau dingin di payudara.
5. Vasospasme puting
Vasospasme puting adalah kondisi di mana pembuluh darah puting susu mengecil sebagai respons terhadap menyusui. Kondisi ini bisa menghasilkan rasa sakit seperti ditusuk jarum saat sedang menyusui. Vasospasme puting juga bisa terjadi saat cuaca dingin, mulut bayi tidak menempel dengan benar di puting, dan saat memiliki gangguan autoimun.
Cara Atasi Payudara Kesemutan saat Menyusui
Mengutip FirstCry Parenting, berikut beberapa cara mengatasi payudara kesemutan yang bisa dilakukan di rumah:
1. Menyusui bayi dengan rutin
Mengatasi payudara kesemutan bisa dilakukan dengan menyusui bayi secara rutin. Ya Moms, bayi baru lahir perlu menyusu setidaknya 8-12 kali sehari dengan selang setiap tiga jam. Dengan begitu, refleks pengeluaran ASI akan teratur dengan waktu menyusui.
2. Kompres air hangat
Kompres dan mandi air hangat bisa memberikan efek menenangkan payudara yang membesar atau terinfeksi. Rendam handuk dalam air hangat dan letakkan di bagian payudara yang kesemutan, kemudian diamkan selama lima menit.
3. Pijat payudara
Pijat payudara bisa membantu melancarkan produksi ASI melalui saluran susu. Kemungkinan besar cara ini juga dapat meredakan sensasi kesemutan di payudara. Cobalah untuk memijat dari bagian atas payudara menuju puting secara perlahan.
4. Mengurangi asupan kafein dan garam
Beberapa ibu menyusui mengaku nyeri di payudara mereka berkurang saat mengurangi asupan kafein dan garam. Ya Moms, pola makan seseorang dapat mempengaruhi kondisi tubuh yang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan, terutama saat menyusui.
