Ibu Hamil Demam, Kapan Harus Waspada?

Saat hamil, Anda pasti ingin menjaga kesehatan tubuh dengan sebaik mungkin. Namun, yang namanya penyakit terkadang tak dapat diprediksi dan dapat datang kapan saja. Demam sendiri menjadi salah satu keluhan umum yang dirasakan ibu hamil.
Moms, pada umumnya, demam tak berbahaya. Tapi ketika hamil, hal ini mungkin saja membuat Anda khawatir akan berdampak pada janin. Lantas sebenarnya, bahaya enggak ya demam saat hamil?
Penjelasan Dokter soal Ibu Hamil Demam
Moms, perlu Anda ketahui bahwa suhu tubuh normal orang dewasa rata-rata berkisar 37 derajat celsius. Mereka pun dapat dikatakan demam apabila suhu tubuhnya mencapai lebih dari 38 derajat celsius.
Ya Moms, perlu diketahui, kondisi demam pada ibu hamil dapat dikatakan berbahaya dan dapat pula dikatakan tidak berbahaya, Moms. Mengapa demikian? Menurut dr. Merwin Tjahjadi, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, hal ini tergantung dari penyebab demam itu sendiri. Kendati demikian, ibu hamil yang mengalami demam harus mendapatkan perhatian khusus alias jangan menganggap masalah ini sepele.
"Sebaiknya dicari tahu penyebabnya dan ditangani berdasarkan penyebabnya," kata dr. Merwin kepada kumparanMOM baru-baru ini.
Penyebab Demam pada Ibu Hamil
Demam adalah meningkatnya suhu tubuh yang diatur oleh pusat pengaturan suhu atau hipotalamus di otak. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh zat pirogenik yang berasal dari infeksi (bakteri, virus, parasit, dan jamur), peradangan atau inflamasi di salah satu atau beberapa organ tubuh. Contoh penyebab demam karena infeksi bakteri adalah demam tifus, infeksi saluran kemih, infeksi saluran napas, radang tenggorokan, dan lain-lain.
Menurut dokter yang praktik di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Tangerang Selatan ini, jenis infeksi virus biasanya dapat berupa demam berdarah, influenza, hepatitis, bahkan COVID-19. Ya Moms, salah satu gejala orang terinfeksi virus corona juga demam di atas 38 derajat celsius. Sementara, infeksi parasit contohnya adalah diare akibat amoeba, malaria, dan lain-lain.
Lalu, apakah kondisi demam ini akan berpengaruh pada janin?
Moms, janin Anda terlindungi di dalam kandungan karena adanya plasenta. Salah satu fungsi dari plasenta atau ari-ari adalah sebagai penghalang atau saringan dari infeksi atau benda yang tidak familiar sebelum darah beredar pada sirkulasi bayi. Namun menurut dr. Merwin, bila tingkat infeksinya tinggi, ada kemungkinan dapat melewati filter plasenta dan memengaruhi janin di dalam kandungan.
Sementara itu, dikutip dari Healthline, sebuah studi yang dilakukan pada embrio hewan menunjukkan bahwa ada hubungan antara demam di awal kehamilan atau trimester pertama kehamilan dengan peningkatan risiko cacat jantung dan rahang saat lahir. Meskipun begitu, para peneliti masih menelaah lebih lanjut terkait hal ini --apakah demam dapat menyebabkan risiko cacat lahir atau karena infeksinya.
Namun, ada baiknya apabila demam yang Anda rasakan tak kunjung hilang selama 2-3 hari, segeralah periksa ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Jangan lupa juga pastikan Anda minum air putih dengan cukup, batasi aktivitas berat dan istirahat cukup, serta makan makanan bergizi selama kehamilan.
