Kumparan Logo

Ibu Hamil Lebih Sering Digigit Nyamuk, Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu hamil digigit nyamuk Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil digigit nyamuk Foto: Shutterstock

Anak-anak dikenal menjadi salah satu target utama nyamuk karena mereka memiliki ciri khas yang disukai serangga ini. Mulai dari tubuh yang hangat hingga cairan keringatnya.

Meski begitu, nyamuk sebenarnya juga menggigit semua orang, tak terkecuali ibu hamil. Bahkan, ibu hamil juga menjadi target yang sangat disukai nyamuk, lho. Lantas, apa iya kehamilan membuat ibu jadi lebih sering digigit nyamuk?

Mitos atau Fakta Hamil Bikin Ibu Sering Digigit Nyamuk?

Ilustrasi nyamuk DBD pada kulit manusia. Foto: AUUSanAKUL/Shutterstock

Jawabannya fakta, Moms. Nyamuk merupakan salah satu serangga yang perlu dihindari. Sebab, gigitannya bisa menyebabkan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah hingga cikungunya.

Berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan ternyata membuat nyamuk semakin tertarik pada Anda. Menurut ahli entomologi medis dan penasihat teknis American Mosquito Control Assocation, Joseph Conlon, nyamuk mengandalkan banyak hal untuk menemukan targetnya, salah satunya adalah karbondioksida yang diembuskan manusia saat bernapas.

“Ada sejumlah perubahan pada sistem pernapasan selama kehamilan, termasuk peningkatan jumlah udara yang dihirup dan dikeluarkan. Hal ini menghasilkan lebih banyak karbon dioksida, yang membuat ibu hamil lebih mudah terdeteksi dan menarik bagi nyamuk,” kata Joseph, seperti dikutip dari Parents.

Selain itu, kehamilan juga membuat ibu memiliki suhu tubuh yang lebih hangat dari biasanya. Sementara, nyamuk sangat menyukai tempat-tempat yang hangat dan lembap.

Suhu tubuh yang tinggi juga membuat ibu hamil menghasilkan keringat lebih mudah. Keringat termasuk isyarat bagi nyamuk untuk melacak targetnya. Sebab, saat berkeringat, tubuh mengeluarkan asam laktat atau aroma yang sangat disenangi nyamuk.

Karena nyamuk dapat mendeteksi suhu tubuh yang tinggi dan peningkatan karbondioksida, maka ibu hamil menjadi sasaran empuk untuk gigitannya. Artinya, ibu hamil lebih berisiko terkena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Hal ini tentu bisa memengaruhi kesehatan ibu dan bayi yang sedang berkembang di dalam rahim.

Cara Melindungi Diri dari Gigitan Nyamuk saat Hamil

Ilustrasi perut ibu hamil. Foto: aslysun/Shuttterstock

Kenakan pakaian lengan panjang

Suhu tubuh yang hangat mungkin membuat ibu hamil enggan memakai pakaian lengan panjang, karena akan membuatnya kegerahan. Tapi, jika Anda sedang berada di lingkungan yang mudah terpapar nyamuk, tidak ada salahnya menerapkan cara ini. Gunakanlah pakaian lengan panjang yang tipis dan longgar agar Anda tetap nyaman, terutama saat berada di luar rumah.

Pakai anti-nyamuk

Gunakan losion anti-nyamuk setiap kali hendak bepergian keluar rumah. Tapi, pastikan dulu produk yang Anda pilih ada keterangan aman bagi ibu hamil, ya. Beberapa losion anti-nyamuk punya klaim bisa melindungi kulit dari serangga tersebut selama beberapa jam. Sehingga, Anda bisa menggunakannya secara berulang untuk perlindungan optimal.

Kebersihan lingkungan rumah

Nyamuk sangat menyukai area lembap dan basah. Jadi, pastikan tidak ada banyak pakaian menggantung di beberapa area rumah. Tutup semua area yang bisa menjadi tempat air menggenang.

kumparan post embed