Kumparan Logo

Ibu Hamil Muntah, Apakah Boleh Lanjut Puasa?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil muntah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil muntah. Foto: Shutterstock

Ibu hamil termasuk golongan yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa Ramadhan. Sebagai gantinya, mereka bisa melakukan puasa di lain hari atau dengan membayar fidiah.

Namun, beberapa ibu hamil mungkin ingin tetap berpuasa karena merasa kondisi fisiknya baik-baik saja. Ya Moms, bila sudah diizinkan dokter, maka Anda boleh melakukannya.

Tapi, bagaimana jika ibu hamil yang awalnya merasa kuat berpuasa tiba-tiba mengalami mual hingga muntah? Jika sudah begini, boleh melanjutkan puasa enggak, ya?

Kata Dokter soal Ibu Hamil yang Muntah saat Puasa

Ibu hamil mual. Foto: Shutter Stock

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Boy Abidin SpOG, boleh-boleh saja jika ibu hamil ingin berpuasa asal tidak ada keluhan seperti mual dan muntah.

“Jika tidak ada keluhan mual muntah dan merasa nyaman, maka boleh untuk berpuasa,” ujar dr. Boy Abidin SpOG, melalui salah satu video pada channel Youtube pribadinya berjudul 'Ini Penjelasan dr Boy Abidin untuk BUMIL' beberapa waktu lalu.

Meski begitu, dr. Boy menegaskan bahwa jika ibu hamil sudah telanjur berpuasa dan kemudian mengalami salah satu dari gejala tersebut, misalnya muntah, maka sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melanjutkan ibadah puasanya dan segera lah berbuka.

“Jika mengalami keluhan seperti itu (mual dan muntah), sebaiknya segera berbuka dengan mengonsumsi minuman atau makanan yang manis, untuk kembali menaikkan kadar gula darah Anda,” kata dr. Boy.

Ilustrasi ibu hamil mual Foto: Shutterstock

Selain mual dan muntah, ada beberapa kondisi lain yang membuat ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa atau segera membatalkan puasanya. Misalnya saja, jika mengalami gejala seperti, pusing, lemas, ingin pingsan, keringat dingin, jantung berdebar, dan sebagainya.

Oleh karena itu, ibu hamil perlu melihat bagaimana reaksi tubuhnya saat menjalani ibadah puasa. Jangan sampai, ibadah puasa yang dilakukannya justru membahayakan kondisi ibu maupun bayi di dalam kandungan.

Jika Anda merasa tidak kuat, maka sebaiknya jangan dipaksakan ya, Moms. Tak perlu khawatir, karena ibu hamil bisa mengganti ibadah puasanya di lain hari atau dengan membayar fidiah.

kumparan post embed