Kumparan Logo

Ibu Menyusui Donor Darah, Memangnya Boleh?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock

Sudah merupakan kewajiban seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik pada bayinya lewat menyusui. Selain soal gizi, menyusui juga terbukti memberikan banyak kebaikan bagi ibu dan bayi. Sama seperti halnya saat kita mendonorkan darah, banyak manfaat kebaikan yang kita maupun orang lain dapatkan.

Adapun manfaat donor darah antara lain bisa menjaga kesehatan jantung, membantu menurunkan berat badan, menurunkan risiko kanker, hingga meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh. Tapi, aman enggak ya mendonorkan darah ketika masih menyusui?

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutterstock

Mengutip Mom Junction, menurut pedoman Palang Merah Amerika, Anda tidak boleh mendonorkan darah setidaknya sampai 6 minggu setelah melahirkan. Namun pedoman Palang Merah Amerika berbeda dari pedoman Palang Merah Indonesia (PMI) lho, Moms.

Sebab menurut PMI DKI Jakarta Unit Transfusi Darah, Anda bisa mendonorkan darah di atas 6 bulan setelah melahirkan atau tiga bulan setelah berhenti menyusui.

Tentu anjuran ini karena ada pertimbangannya, Moms. Sebab, untuk memproduksi ASI berkualitas, seorang ibu perlu asupan nutrisi yang didapat dari darah. Selain itu juga, donor darah rentan membuat ibu menyusui mengalami anemia.

Ilustrasi donor darah. Foto: Shutterstock

Sekalipun sebagai anjuran (bukan larangan), maka bila Anda ingin tetap mendonorkan darah ketika masih menyusui, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter di PMI. Hal ini karena kondisi tiap ibu yang bisa saja berbeda.

Kemungkinan Anda diizinkan donor darah bila si kecil sudah mendapat MPASI cukup banyak, Anda tidak menderita anemia, hipertensi, kelainan pembekuan darah dan sebagainya.

Ada beberapa poin yang harus diingat ketika Anda ingin mendonorkan darah:

- Tetap terhidrasi dengan minum air putih setelah mendonorkan darah.

- Kenakan pakaian yang nyaman di mana Anda bisa menyingsingkan lengan baju dengan mudah.

- Makan makanan kayak zat besi selama berminggu-minggu sebelum Anda berencana mendonorkan darah.

- Pergilah bersama suami atau kerabat.