kumparan
13 September 2019 11:01

Ibu Menyusui Suka Makan Pedas, Apakah Berbahaya untuk Bayi?

Ilustrasi Cabai Foto: Shutterstock/MaraZe
Makanan pedas tampaknya jadi favorit masyarakat Indonesia, tak terkecuali ibu menyusui. Bahkan, banyak orang berpendapat, selezat apapun makanan, jika tanpa cita rasa pedas, rasanya bisa hambar. Apakah Anda setuju dengan hal itu?
ADVERTISEMENT
Moms, konsumsi makanan pedas memang bisa menambah rasa nikmat pada makanan. Tapi, benarkah ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan pedas? Sebab, rasa pedas yang ibu makan, kata banyak orang, bisa diminum oleh bayi lewat ASI dan berisiko buruk untuk pencernaannya.
Tenang dulu dan jangan langsung percaya dengan mitos tersebut. Dilansir Parents, Paula Meiter, Ph.D, Direktur Klinik Laktasi di The Neonatal Intensive Care Unit di Rush University Medical Center, mengatakan ibu menyusui tidak perlu cemas dan khawatir akan hal itu. Anda tetap bisa menikmati makanan pedas walau sedang menyusui bayi.
ibu menyusui Foto: Shutterstock
Hal senada juga dikatakan Dr Jennifer Wider, penasihat medis untuk Society for Women's Health Research. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan bila makan pedas memiliki efek buruk pada bayi yang disusui. Selain itu, studi lain yang diterbitkan pada tahun 2001 juga menunjukkan bahwa bayi yang terpapar berbagai rasa saat di dalam kandungan dan saat disusui juga bisa tumbuh jadi anak yang suka dengan beragam rasa makanan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Anda tetap harus membatasi makanan pedas ya, Moms. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas bisa berisiko membuat Anda diare. Jika Anda sakit, maka produksi ASI pun bisa terhambat.
Tak hanya itu, konselor laktasi sekaligus co-founder Komunitas Ayah ASI, Rahmat Hidayat, menjelaskan jika ada sebuah senyawa di dalam makanan pedas, yang mungkin bisa mempengaruhi kesehatan bayi.
"Tidak serta merta ibu makan pedas, terus bayinya juga merasakan pedas, itu enggak ya. Hanya saja memang ada senyawa dalam makanan pedas, namanya capsaicin yang bisa masuk ke darah ibu dan diisap bayi lewat ASI," jelas Rahmat saat ditemui kumparanMOM, Rabu (11/9).
Tumis Kerang Pedas. Foto: Shutter Stock
Capsaicin adalah senyawa yang terkandung dalam cabai atau bumbu dapur lainnya yang memiliki cita rasa pedas. Bagi bayi yang punya pencernaan sensitif, komponen tersebut bisa jadi mempengaruhi pencernaannya.
ADVERTISEMENT
Pada laman Baby Center, Susan Z. Condon, IBCLC, CLE, CLC, selaku konsultan laktasi mengatakan ada beberapa tanda yang Anda bisa lihat jika bayi alergi dengan senyawa tersebut, seperti bayi terlihat tidak nyaman setelah menyusui, sering menangis, tidurnya lebih singkat dan tiba-tiba bangun, hingga tinjanya berwarna agak kehijauan.
Tapi yang perlu digaris bawahi, bukan berarti gejala ini pasti disebabkan karena Anda makan pedas, Moms. Bisa juga tanda ini adalah indikasi terhadap alergi makanan lain seperti gandum ataupun susu.
Untuk memastikannya, cobalah untuk berhenti makan pedas selama seminggu dan amati reaksi bayi. Jika bayi terlihat lebih nyaman menyusu, bisa jadi ia memang alergi dengan senyawa yang ada pada makanan pedas.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan