Ibu yang Jalani Program IVF Berisiko Kena Kanker, Apa Kata Dokter?

Beberapa waktu lalu, diberitakan adanya penelitian yang membuktikan hubungan antara risiko terkena kanker dengan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Tepatnya, jenis kanker payudara.
The Telegraph, media yang memberitakannya menulis, hal ini dikarenakan terjadi peningkatan kadar hormon estrogen di tubuh wanita.
Yaitu, dokter akan menyuntikkan hormon estrogen saat menstimulasi ovarium, demi mematangkan beberapa telur selama menjalani proses IVF. Ini artinya, tingkat estrogen di dalam tubuh pun otomatis bertambah.
Peneliti dari Copenhagen University, Denmark pun menemukan, risiko rata-rata wanita terkena kanker payudara adalah 10 persen. Sementara yang berusia 40 tahun ke atas, lebih besar lagi, yaitu 65 persen.
Menanggapi hal tersebut, kepada kumparanMOM, CEO Morula IVF Indonesia atau klinik bayi tabung dr Ivan Sini, SpOG, mengungkap bahwa risiko itu bisa saja terjadi. Terlebih bagi wanita yang berusia 40 tahun ke atas dan memiliki faktor pendukung, seperti punya riwayat kanker pada keluarga.
“Oleh karena itu pemberian obat hormon harus sesuai indikasi dan dosis berlebihan ini yang sering tidak disadari yang mempunyai risiko lebih,” kata dr Ivan.
Menurutnya, selama dosis hormon tidak berlebihan, program bayi tabung dapat dikatakan aman, Moms. Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya edukasi terhadap calon pasien soal program bayi tabung yang akan ia jalani.
“Terapi (bayi tabung) tetap bisa dikatakan aman tapi dengan catatan penjelasan mengenai risiko dan benefit mesti clear dengan pasien,” ujar dr Ivan.
Untuk itu sebelum Anda dan pasangan mantap menjalaninya, pastikan sudah mempelajari semua benefit dan risiko ya, Moms.
