Kumparan Logo

IDAI: Kematian Anak di Indonesia Akibat Virus Corona Tertinggi se-Asia Pasifik

kumparanMOMverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak memakai masker Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak memakai masker Foto: Shutterstock

Kematian yang diakibatkan pandemi virus corona masih terus bertambah setiap harinya, tak terkecuali pada anak. Ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman Bhakti Pulungan SpA dalam rapat visual dengan Wakil Ketua KPCPEN Luhut Pandjaitan, Kamis (4/2), menyoroti soal kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak di masa pandemi corona.

Kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia, bahkan menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

"Saya menghargai pertemuan hari ini, tapi satu hal mereka enggak mau ke ranah anak. Jadi semuanya tak ngomong anak. Anak itu setiap minggu masih tinggi kasusnya, masih 8-9 persen, kadang 10 persen. Dan juga angka kematian kita paling tinggi (di ASEAN dan Asia Pasifik)," kata Aman dalam rapat tersebut yang dilihat kumparan dalam video, Jumat (5/2).

IDAI Minta Tes PCR untuk Anak yang Lebih Terarah

Anak jalani tes swab untuk deteksi COVID-19. Foto: cnsphoto via REUTERS

Dalam rapat ini turut hadir Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono, IDI, dan para epidemiolog. Ketua IDAI, dr. Aman, juga memberikan perhatian terkait kebijakan tes PCR pada anak yang belum terarah alias tidak menyasar semua kelompok umur.

"Testing pada anak di beberapa daerah ini tidak dilakukan bahkan hanya dilakukan di atas 12 tahun. Bayi dan anak ini harus ditesting, Pak. Cucu saya 5 tahun," tuturnya.

Ilustrasi ibu memakaikan masker kepada anak Foto: Shutterstock

Ia juga meminta pemerintah menegaskan lagi aturan anak di atas 2 tahun wajib pakai masker saat keluar rumah. Rekomendasi IDAI bahkan anak-anak tidak boleh keluar rumah dulu, kecuali untuk urusan yang mendesak.

"Mohon kalau bisa Pak Doni dengan tim, saya rasa ini Kemenkes, jadi anak semuanya masih ada ke mal dan lain-lain. Kita lihat anak masih di mana-mana. Nanti bagaimana atasi situasi anak di rumah dan bagaimana, kita bersedia untuk nanti memberikan asupan," ungkapnya.

"Kalau semuanya ini dilakukan saya rasa ini sangat membantu. Dan satu lagi, kalau ada anak yang positif itu tetap diekstraporasi 30 kali, Pak, harusnya testing dan tracingnya," tambahnya.

Nah Moms, di masa pandemi yang belum usai ini, ada baiknya kita mengikuti saran IDAI untuk tidak membawa anak keluar rumah dulu. Bila harus pergi untuk keperluan yang sangat mendesak, jangan lupa untuk selalu memastikan anak menerapkan protokol kesehatan. Misalnya saja dengan menggunakan masker untuk anak di atas usia 2 tahun, menjaga anak untuk selalu menjaga jarak dan pastikan anak untuk sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

kumparan post embed