Kumparan Logo

Ikut Banyak Ekstrakurikuler di Sekolah, Apakah Bermanfaat untuk Anak?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak berkegiatan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berkegiatan. Foto: Shutterstock

Tidak ada salahnya untuk mengembangkan potensi anak sejak dini. Di usia yang masih muda itu, otak anak sedang berkembang dan mudah menerima sesuatu yang baru. Hal itulah yang mungkin menjadi alasan orang tua untuk meminta anak mengikuti banyak ekstrakurikuler di sekolah atau mendatangkan guru les ke rumah.

Meski begitu, menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Taylor & Francis Sport, Education and Society, mayoritas keluarga yang anaknya mengikuti banyak ekstrakurikuler, kurang memiliki waktu berkualitas saat bersama. Selain itu, kondisi keuangan pun semakin menipis akibat banyaknya uang yang dihabiskan oleh orang tua.

"Memiliki banyak kegiatan non-akademik punya beberapa manfaat untuk anak, namun jadwal kegiatan yang sibuk bisa memberi tekanan besar terhadap hubungan orang tua dan anak. Selain itu, ini bisa berpotensi membahayakan perkembangan dan kesejahteraan anak," kata Dr. Sharon Wheeler, salah satu peneliti yang dikutip dari Science Daily.

Ilustrasi anak les berenang. Foto: Shutterstock

Oleh sebab itu, Moms, sebelum meminta atau mengizinkan anak ikut banyak ekstrakurikuler di sekolah, ada baiknya Anda melihat kondisi si kecil. Christina Rinaldi, seorang psikolog anak dari Universitas of Alberta, mengatakan orang tua harus berpikir tentang kualitas hidup anak, misalnya apakah anak senang melakukan banyak aktivitas.

"Minat anak biasanya berubah-ubah pada masa anak-anak. Sebab mereka selalu berevolusi dan berkembang. Walaupun penting untuk mendorong kegiatan favorit mereka, tapi ketahuilah bahwa ada peluang mereka mengubah kegiatan kesukaannya," ujar Rinaldi seperti dikutip Todays Parent.

Rinaldi mengatakan, sebenarnya tidak perlu ekstrakurikuler formal untuk mengembangkan kemampuan anak. Semua pelatihan keterampilan dibutuhkan ketika ia berada di sekolah, di rumah, dan selama bermain bersama keluarga juga teman.

Anak les memasak. Foto: Pixabay

Jadi Moms, sebenarnya ketika mengizinkan anak untuk bermain sendiri, secara alamiah ia akan mengatur pola interaksi sosial dan mengendalikan apa yang ingin mereka lakukan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, kita harus ingat bahwa anak lebih membutuhkan orang tua untuk membantu perkembangannya ketimbang memberinya banyak kegiatan di luar.

"Sampai keseimbangan yang sehat tercapai, kegiatan ekstrakurikuler tidak lebih penting dari waktu dengan keluarga. Sebab terlalu banyak kegiatan untuk anak lebih banyak ruginya daripada kebaikannya," ujar Dr. Wheeler.